Motif Dua Gadis Duel Gunakan Celurit, Sakit Hati Saling Ejek di Medsos
Abdul Rahman Ahdori
PALEMBANG, (ERAKINI) - Polisi akhirnya mengetahui motif dua gadis yang berduel menggunakan celurit di TPU Kota Palembang yang sempat viral di media sosial. Keduanya yakni PTR (14) dan INT (15), kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dua gadis itu mengaku duel menggunakan celurit bermula dari saling ejek di media sosial. INT misalnya, dia sakit hati karena PTR mengejeknya bahkan menantangnya di akun instagram miliknya.
"Iya PTR ini sok menantang saya duluan lewat medsos, upload status story Instagram-nya, dari sinilah saya sakit hati sama PTR," ujar di Mapolda Sumsel, Kamis (18/1/2024).
Sebelumnya, Dirreskrimum Polda Sumatera Selatan menetapkan dua gadis yang duel dengan menggunakan celurit sebagai tersangka, Kamis (17/1/2024). Keduanya kini diamankan di Mapolda Sumsel untuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Anwar Reksowidjojo mengatakan, dua gadis itu yakni PTR (14) dan INT (15). Menurut dia, kedua gadis ini merupakan remaja yang masih tergolong di bawah umur dan melakukan perang tanding di Jalan Sukabangun I Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, atau di area kuburan Cina pada Minggu (7/1/2024), sekitar pukul 16.00 WIB.
“Dari kejadian duel itu, bagian pergelangan tangan INT terluka kena sabetan celurit dan mendapatkan 29 jahitan,” katanya.
Ia membenarkan bahwa berita mengenai adanya aksi perang tanding di antara dua remaja putri dengan sajam cukup menghebohkan masyarakat Sukarami Palembang. Karena itu, polisi langsung melakukan penyelidikan.
“Dari hasil penyelidikan gabungan antara Subbid Jatrantas Polda Sumsel dan Reskrim Polrestabes Palembang akhirnya didapati ada 2 remaja putri berinisial INT (15) dan PTR (14), mereka berduel menggunakan celurit panjang,” tuturnya.
Menurut polisi, kedua remaja itu sudah mendapatkan perawatan dari tim medis bahkan sudah visum. Keduanya juga sempat membuat laporan polisi di Polrestabes Palembang pada Selasa (16/1/2024) lalu. .
Saat ini, tim gabungan juga melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 5 remaja laki-laki yaitu KV sebagai wasit dan 4 lainnya sebagai perekam video dan saksi-saksi yang melihat.

















