Pemkot Magelang Pertahankan Predikat Kota Toleran melalui Sekolah Kebhinekaan
Abdul Rahman Ahdori
MAGELANG, (ERAKINI)-Pemerintah Kota Magelang ingin mempertahankan predikat sebagai Kota Toleran dan meningkatkan indeks kota toleran (IKT) tahun 2023 dengan upaya memasifkan pemahaman di sekolah-sekolah yang diberi nama Sekolah Kebhinekaan.
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengatakan, Pemkot Magelang berkomitmen dengan berbagai upaya agar toleransi tetap terjaga di tengah masyarakat yang multikultural.
"Kami akan lebih memasifkan, walaupun sebelumnya sempat ada salah paham soal penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP tahun lalu yang disebut ada peristiwa intoleran. Tapi sebetulnya itu tidak terjadi karena semua agama diberi kesempatan yang sama dan itu ada juknisnya," katanya, Jumat (11/8/2023).
Ia menambahkan, toleransi adalah sikap yang sudah terbentuk masyarakat Kota Magelang sejak dulu. Karena itu, toleransi antar sesama harus terus ditumbuhkan sejak dini. Dia juga berencana mencetuskan sekolah kebhinekaan yang akan diterapkan di sekolah-sekolah di Kota Magelang.
"Tentang toleransi kita coba masukkan ke pendidikan. Di tahun ini lebih belajar tentang sekolah kebhinekaan. Mungkin nanti dengan Perwal, itu kita akan coba susun," tuturnya.
Selain itu, pihaknya akan intensif memberikan sosialisasi tentang pentingnya toleransi pada masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah berbasis keagamaan.
"Saya akan ke Sekolah Bhakti Tunas Harapan (SBTH) Magelang, untuk sharing dan memberikan materi di sana. Kemudian juga di sekolah yang berbasis keagamaan, yang akan kita dorong agar tahu bahwa di luar itu ada agama dan kepercayaan lain. Itu yang kita tekankan," ujarnya.


















