Tiga pekan jelang pelaksanaan Festival Pacu Jalur 2025 yang akan digelar pada 20–24 Agustus, Polda Riau mulai sikat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Foto: Ilustrasi/Ist
Operasi ini merupakan bentuk komitmen bersama antara Polda Riau dan Pemerintah Provinsi Riau dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mempercantik wajah daerah, khususnya dalam menyambut tamu-tamu dari tingkat nasional hingga internasional.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, operasi PETI ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, serta melibatkan jajaran pejabat utama Polda Riau, TNI, dan pemerintah daerah.
“Tahun ini, Pacu Jalur akan dihadiri oleh Wakil Presiden RI serta tokoh-tokoh internasional. Wajah yang kita tampilkan harus bersih, tertib, dan menunjukkan komitmen kuat terhadap isu lingkungan,” tegas Irjen Herry dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan pentingnya penataan lingkungan, khususnya di sepanjang aliran sungai yang menjadi lintasan utama perlombaan Pacu Jalur. Aktivitas tambang ilegal yang mencemari sungai dinilai sebagai ancaman serius terhadap kelangsungan budaya dan ekosistem.
“Kami tidak melarang masyarakat mencari nafkah, namun harus sesuai aturan. Di Kuansing sudah tersedia Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Manfaatkan itu, jangan malah menambang di lokasi ilegal,” ujar Kapolda.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa pelaksanaan operasi PETI tidak hanya ditujukan demi kelancaran Pacu Jalur, tetapi juga menjadi bagian dari langkah awal transformasi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berizin di wilayah Kuansing.
Operasi ini memiliki tiga fokus utama, yaitu mengamankan wilayah dari aktivitas tambang ilegal, menjaga kebersihan sungai sebagai arena Pacu Jalur, dan menegakkan hukum secara adil serta transparan demi terwujudnya keadilan sosial dan ekologis.
“Berbicara lingkungan berarti berbicara tentang keadilan. Tidak hanya keadilan antarmanusia, tetapi juga keadilan bagi alam. Maka, keduanya harus selaras agar tercipta harmoni di Riau,” pungkas Kapolda.
Event Pacu Jalur merupakan tradisi budaya yang telah mendunia dan menjadi kebanggaan masyarakat Riau, khususnya Kuantan Singingi. Oleh karena itu, kelestarian lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut.