Kemarau Belum Berakhir, BMKG Ungkap Penyebab Bogor Tiba-tiba Diguyur Hujan Deras
Thomas Pulungan
BOGOR, (ERAKINI) – Hujan deras mengguyur wilayah Bogor, Jawa Baratm pada Sabtu (18/7/2026) malam setelah cukup lama kekeringan. Namun, kondisi ini bukan menandakan musim kemarau telah berakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, hujan deras di Bogor dipicu oleh sejumlah gangguan atmosfer regional yang mendorong pertumbuhan awan hujan.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan fenomena tersebut dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang masih aktif melintasi wilayah Indonesia.
"Hujan deras di Bogor terjadi akibat adanya gangguan atmosfer regional seperti MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang memicu pertumbuhan awan hujan, meski wilayah Jawa Barat sedang berada dalam musim kemarau. Fenomena ini bersifat sesaat dan tidak menandakan berakhirnya musim kemarau," ujar Guswanto, Minggu (19/7/2026).
BMKG menyatakan seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026. Pada periode ini, curah hujan rata-rata tercatat berada di bawah 50 milimeter per dasarian atau periode 10 hari.


















