Sebulan Lebih Tak Hujan, Sawah di Pajampangan Sukabumi Terancam Kekeringan
Akhmad Baihaqi Arsyad
SUKABUMI, JAWA BARAT, (ERAKINI) - Mayoritas lahan pertanian, khususnya sawah di daerah Pajampangan, tepatnya di Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terancam kekeringan karena satu bulan lebih hujan tidak turun. Hal itu disampaikan Petugas Pengendali Bencana Kecamatan Jampang Tengah Dadi Supardi.
“Meskipun belum ada laporan dari petani yang sawahnya gagal panen akibat kesulitan mendapatkan pasokan air, tetapi jika hujan tidak turun dalam beberapa pekan ke depan, kemungkinan lahan padi yang ditanam petani terancam gagal panen karena tidak adanya pengairan," kata Dadi Supardi di Sukabumi pada Senin (31/7/2023).
Salah satu daerah paling rawan gagal akibat kekeringan menurutnya adalah Kampung Naringgul, Desa Jampang Tengah, karena saluran irigasi yang sumber airnya berasal dari Sungai Cidahu sudah tidak berfungsi, karena debit air sungai terus berkurang akibat tidak adanya hujan dalam sebulan terakhir.
Ia mengungkapkan bahwa untuk antisipasi terjadinya gagal panen saat ini petani menghemat air agar sawah mereka tetap dalam kondisi basah. Meskipun demikian para petani padi tetap khawatir sawah mereka kekeringan sehingga tanaman padi yang ditanam mati.
Untuk meminimalisasi kerugian petani akibat dampak kesulitan air, pemerintah desa dan kecamatan setempat melakukan berbagai upaya dan mencari solusi yang tepat.
Ia mengatakan, Kecamatan Jampang Tengah ini memang merupakan salah satu daerah yang rawan kekeringan jika terjadi kemarau berkepanjangan.
“Kurangnya pasokan air untuk mengairi lahan pertanian selalu menjadi masalah utama saat musim kemarau karena mayoritas lahan pertanian di sini adalah sawah tadah hujan," kata Dadi.
Karena itu, lanjutnya, perlu ada kolaborasi antara pemerintah dengan petani serta menggandeng lembaga terkait lainnya guna mencari solusi jangka panjang. Adapun solusi saat ini adalah melaksanakan sistem pompanisasi, dimana air Sungai Cidahu disedot dengan menggunakan pompa untuk mengairi .

















