Update Banjir di Semarang: 25 Kelurahan dan 65.418 Jiwa Terdampak
Akhmad Baihaqi Arsyad
SEMARANG, (ERAKINI) – Sebanyak 25 kelurahan dari 5 kecamatan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) masih terdampak banjir yang mengepung selama beberapa hari. Selain itu, sebanyak 65.418 jiwa terdampak.
Hal itu disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang dalam laporan terbaru 29 Oktober 2025 pukul 16.55 WIB, sebagaimana dilansir Erakini dari akun Instagram resminya, Rabu (29/10/2025).
Jumlah korban tewas akibat banjir tersebut tercatat sebanyak 3 orang dan ada 32 jiwa yang terpaksa mengungsi. Adapun kondisi terkini, beberapa wilayah masih terdapat genanagan, namun mengalami tren surut.
Atas kejadian ini, pihak BPBD Kota Semarang mengimbau warga untuk menjauhi area sungai untuk menghindari risiko terperosok atau terseret arus deras. “Saat banjir, batas antara jalan dan sungai menjadi tidak terlihat. Air yang menggenang menutupi tepian sungai yang berbahaya. Jauhi area sungai untuk menghindari risiko terperosok atau terseret arus deras. Keselamatan Anda adalah yang utama!” kata pihak BPBD Kota Semarang dalam unggahan akun Instagramnya.
Sementara itu, untuk mempercepat penanganan banjir yang hingga saat ini masih merendam sejumlah wilayah di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pompanisasi yang merupakan tim khusus bertugas mengoperasikan pompa air, untuk menyedot dan memindahkan genangan air di wilayah terdampak banjir.
Keberadaan Satgas itu merespons kondisi di lapangan mengenai adanya beberapa pompa yang tidak bekerja maksimal. Untuk itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas C Penangguhan, ditunjuk sebagai Ketua Satgas Pompanisasi.

















