Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Grobogan menggelar doa bersama lintas agama pada Senin (24/8/2026) siang di depan Pendopo Kabupaten Grobogan. (Foto: FKUB Kab. Grobogan).
GROBOGAN, (ERAKINI) - Semangat kemerdekaan terasa semakin kuat dalam Karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Grobogan. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Grobogan menghadirkan doa bersamalintas agama pada Senin (24/8/2026) siang di depan Pendopo . Momentum tersebut menjadi simbol kuat persaudaraan dalam keberagaman sekaligus ajakan bersama untuk menjaga Grobogan tetap aman, damai, dan harmonis.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Grobogan Setyo Hadi dan Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo serta jajaran Forkopimda. Peserta karnaval dari FKUB melibatkan tokoh dan pemuka agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dari berbagai agama, hingga kelompok seni barongsai yang merepresentasikan kekayaan budaya dan keberagaman masyarakat.
FKUBKabupaten Grobogan yang telah menggagas kegiatan tersebut menegaskan bahwa acara karnaval bukan hanya sekadar seremoni peringatan kemerdekaan RI, tetapi merupakan ruang spiritual sekaligus kebangsaan untuk memperkuat persaudaraan antar lintas agama agar kedamaian dan kesejukan Grobogan selalu terjaga.
"Kita boleh berbeda dalam hal agama dan keyakinan, tetapi kita memiliki cita-cita kebangsaan yang sama. Kita sama-sama menginginkan Indonesia dan Grobogan yang aman, damai, adil, maju, dan sejahtera,” kata Ketua FKUBKabupaten Grobogan Drs H Abu Mansur.
Abu Mansur dalam pernyataannya menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tanpa kerukuan kesejahteraan akan sulit terwujud.
"Keberagaman agama, keyakinan, suku, budaya, dan latar belakang harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk saling mengenal, menghormati, membantu, dan bekerja sama. Jika ini terwujud maka secara otomatis juga akan mendukung proses pembangunan yang inklusif dan berkeadilan", tegasnya.
Doa bersama melibatkan perwakilan pemuka lintas agama secara bergiliran sesuai dengan keyakinan masing-masing dalam suasana penuh persaudaraan. Adapun doa agama Islam disampaikan oleh KH Muhammad Baihaqi, S. Ag. AH, doa Agama Katolik disampaikan oleh Yohanes Herman Sumarda, doa Agama Kristen disampaikan oleh Pdt. Yohanes Rapsudia, S. Th, doa Agama Hindu disampaikan oleh Made Jenarka, S. KM, doa Agama Budha disampaikan oleh Pandita Sulastrini, Doa Agama Konghuchu disampaikan oleh Eko Darmawan Sudirsono, S. Kom.
Abu megungkapkan bahwa doa ditujukan bagi keselamatan bangsa dan negara, pahlawan pendahulu, para pemimpin Indonesia, serta masyarakat Kabupaten Grobogan. “Memperingati kemerdekaan tidak cukup hanya dengan upacara dan perayaan, tetapi juga harus diwujudkan dengan rasa syukur, menjaga persatuan, serta mengisi kemerdekaan dengan karya nyata bagi masyarakat dan bangsa,” tegas Abu Mansyur.
Melalui komunikasi yang intensif melalui berbagai sarana dan media, FKUB Grobogan terus mendorong adanya banyak ruang dialog untuk mencegah potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat sejak dini, melalui karnaval diharapkan pesan ini tersampaikan secara baik.