Foto bersama usai pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Seribu di Gedung Serbaguna Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Sabtu (4/10/2026). (Foto: Fatayat NU)
KEPULAUAN SERIBU, (ERAKINI) - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Seribu resmi dilantik pada Sabtu (4/10/2025). Pelantikan yang digelar di Gedung Serba Guna Pulau Tidung tersebut diikuti 47 pengurus PC Fatayat NU Kepulauan Seribu di bawah kepemimpinan Ainatul Mawaddah atau yang akrab disapa Mada.
Pelantikan turut dihadiri jajaran PW Fatayat NU DKI Jakarta dan perwakilan lima PC Fatayat NU se-Jakarta. Hadir pula perwakilan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DPRD DKI Jakarta, PCNU Kepulauan Seribu, Kementerian Agama, Sudin PPAPP, KPU, Bawaslu, DMI, serta MUI Kepulauan Seribu.
Pj Ketua Umum PP Fatayat NU Dewi Winarti sebelum prosesi pelantikan menanyakan kesanggupan para pengurus untuk menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran dalam meneruskan perjuangan para masyaikh Nahdlatul Ulama serta mengemban amanah organisasi di Kepulauan Seribu. PP Fatayat NU juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan tersebut.
"Semoga kepengurusan ini selalu dalam ridha Allah SWT dan beliau semua pengurus diberikan kelancaran dalam menjalankan amanah organisasi ini. InsyaAllah atas izin suami dan anak-anak yang selalu menjadi dukungan dari perjalanan ini serta doa dari semua pihak," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2026).
Dalam sambutan mewakili Pj Ketua Umum PP Fatayat NU, Bendahara Umum PP Fatayat NU Wilda Tusururoh mengatakan, kekompakan PC Fatayat NU se-Jakarta terlihat dari kehadiran para ketua dan perwakilan PC dalam pelantikan tersebut.
Menurut dia, para pengurus bahkan berangkat sejak pukul 07.00 WIB dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung untuk menghadiri pelantikan.
"PC Fatayat NU se-Jakarta ini sangat kompak, salah satu buktinya para ketua dan perwakilan PC ini sampai ke sini di Gedung Serba Guna Pulau Tidung menyaksikan pelantikan PC Fatayat NU Kepulauan Seribu," ujar Wilda
Dia mengatakan, tantangan geografis di wilayah Kepulauan Seribu membutuhkan perjuangan tersendiri. Namun, organisasi Fatayat NU telah mulai berkembang dengan berdirinya dua Pimpinan Anak Cabang (PAC), yakni PAC Seribu Utara dan PAC Seribu Selatan.
Selain itu, terdapat tiga Pimpinan Ranting (PR), yakni PR Pulau Tidung, PR Pulau Untung Jawa, dan PR Pulau Pari.
Wilda berharap pelantikan dan rapat kerja tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat niat pengabdian atau khidmah kepada masyarakat.
Dia mengajak seluruh pengurus meneladani filosofi bunga melati yang menjadi bagian dari logo Fatayat NU, yakni melambangkan niat yang suci. "Melangkah dengan niat suci, luruskan niat untuk khidmah Fatayat NU," katanya.
Wilda juga mengutip pesan almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah mengenai pentingnya pengabdian yang memiliki capaian dan tolok ukur. "Kalau kita mau khidmah jangan khidmah yang biasa saja, khidmah yang penuh capaian dan punya tolak ukur," tuturnya.
Fatayat NU ingin hadir di tengah masyarakat
Dalam kesempatan yang sama Ketua PC Fatayat NU Kepulauan Seribu Ainatul Mawaddah mengatakan, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi. Menurut dia, pelantikan menjadi momentum untuk kembali menguatkan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini kita dipertemukan dalam sebuah momentum yang bukan sekadar pelantikan, tetapi sebuah ikrar untuk kembali mengabdi," kata perempuan yang biasa disapa Mada itu.
Mada menegaskan, jabatan dalam organisasi bukan mengenai siapa yang berada di posisi terdepan, melainkan siapa yang siap berjalan bersama dan memberikan manfaat.
"Bagi kami, jabatan bukanlah tentang siapa yang paling depan, tetapi siapa yang paling siap berjalan bersama dan memberi manfaat," ujarnya.
Mada menyebut, Fatayat NUKepulauan Seribu ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan, anak, keluarga, dan kebutuhan masyarakat.
"Fatayat NUKepulauan Seribu hadir bukan hanya untuk mengisi ruang organisasi. Kami ingin hadir di tengah masyarakat. Hadir ketika perempuan membutuhkan ruang untuk tumbuh, hadir ketika anak-anak membutuhkan perhatian, hadir ketika keluarga membutuhkan penguatan, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan kolaborasi," kata Mada.
Menurut Mada, perempuan muda memiliki peran penting dalam pembangunan dan perubahan sosial.
"Karena kami percaya, perempuan muda bukan sekadar pelengkap pembangunan. Perempuan adalah bagian dari kekuatan yang menggerakkan perubahan," kata Mada.
Mada berharap gerakan Fatayat NU dapat tumbuh dari pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu dengan semangat keikhlasan, kekompakan, dan keberanian untuk terus bergerak.
"Dari pulau-pulau kecil ini, kita ingin membangun gerakan yang besar. Gerakan yang mungkin dimulai dari hal sederhana, tetapi dilakukan dengan keikhlasan, kekompakan, dan keberanian untuk terus bergerak," ujarnya.
Mada juga mengingatkan, para pengurus tidak dilantik hanya untuk tercatat dalam surat keputusan, tetapi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Hari ini kita dilantik bukan untuk menjadi pengurus yang hanya tercatat dalam SK. Kita dilantik untuk menjadi kader yang tercatat dalam manfaat," kata dia.
Program disesuaikan dengan karakter Kepulauan Seribu
Sedangkan Ketua PCNU Kepulauan Seribu, KH Fahrul, mengingatkan agar program kerja Fatayat NU tidak hanya mengejar banyaknya kegiatan, tetapi mengutamakan program yang dapat dilaksanakan dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Karakteristik Kepulauan Seribu, ujar dia, berbeda dengan wilayah lain di Jakarta sehingga program kerja yang disusun perlu menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat. "Program yang dituangkan tidak harus banyak, tapi bisa dilaksanakan, khususnya yang lebih menyentuh untuk masyarakat Kepulauan Seribu," kata Fahrul.
Fahrul menjelaskan, program yang akan dituangkan dalam rapat kerja tidak harus sama dengan program Fatayat NU di wilayah lain.
"Program-program yang nanti dituangkan dalam rapat kerja tidak harus sama dengan wilayah lain karena karakteristik Kepulauan Seribu jauh berbeda dengan cabang lain yang ada di wilayah daratan Jakarta," ujarnya.