Diduga Depresi, 2 Petugas KPPS di Jawa Barat Masuk Rumah Sakit Jiwa
Abdul Rahman Ahdori
BANDUNG, (ERAKINI) - Dua orang anggota Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) asal Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat.
Kedua petugas KPPS tersebut diduga mengalami depresi setelah melakukan tugas pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Febuari 2024 lalu.
Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat, Elly Marliyani, mengatakan, pasien tersebut mengalami depresi yang berkaitan dengan perhitungan suara, pada pemilu 2024. Ia menuturkan, dua petugas KPPS berasal dari Bandung dan Kabupaten Garut.
"Stres pasca Pemilu 2024 bisa saja terjadi pada calon anggota legislatif yang gagal meraup suara terbanyak. Tapi perlu saya tegaskan tidak ada kekhususan bagi calon anggota legislatif bila mengalami stres. Kami memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya sebatas selesai Pemilu 2024," ujarnya, Senin (26/2/2024).
Elly menjelaskan, seyogianya memang siapa pun yang terlibat dalam pemilu memperhatikan kesehatan jiwa mereka sebelum terlibat dalam proses politik yang memicu tekanan psikologis yang besar. Dia menyebut, saat ini, pihak RS Jiwa Provinsi Jabar menyediakan 14 ruang rawat inap, VIP, ruang penderita narkoba, dan gangguan jiwa pada usia lanjut.
"Jadi bila ada yang mengalami stres pasca pemilu bisa kita rawat di sejumlah ruangan yang ada. Jadi sekali lagi, kami tidak menyiapkan ruangan khusus.Kapan pun waktunya siap melayani seluruh masyarakat Jawa Barat," pungkasnya.

















