Kecepatan Hujan Angin yang Terjang Aceh dan Sumut Capai 55,5 Km per Jam
Thomas Pulungan
ACEH, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) dalam dua hari terakhir, memiliki kecepatan maksimum mencapai 25–30 knot, atau setara 55,56 kilometer (km) per jam.
Petugas Subdivisi Prakiraan Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa labilitas lokal yang kuat telah mendukung pembentukan awan cumulus nimbus, yang menyebabkan pergerakan angin menjadi kencang.
Menurut dia, cuaca ekstrem berupa peningkatan kecepatan angin yang lebih dari 25 knot itu sudah disosialisasikan beberapa hari sebelumnya, dan dipertegas melalui surat peringatan dini (prospek cuaca mingguan) yang berlaku pada tanggal 13-19 September 2024.
Selain faktor cuaca regiona, fenomena cuaca ini juga dipicu oleh bibit siklon 98W yang terpantau di Laut Tiongkok Selatan dengan kecepatan angin 30 knot dan tekanan pusat 996 hPa.
Di Aceh, dampak dari cuaca ekstrem ini cukup parah. Sejumlah bangunan, fasilitas venue PON, hingga sekolah ambruk. Tragisnya, seorang siswa SDN 62 Cot Mesjid, Syakir Arkan, meninggal dunia setelah tertimpa plafon kelas yang roboh akibat angin kencang.
Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena fenomena cuaca ekstrem ini masih berpotensi meningkat hingga Sabtu (21/9) di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat.
















