Gempa Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki Meningkat, Zona Bahaya Diperluas
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas zona bahaya atau larangan bagi masyarakat yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik dan gempa vulkanik.
Kepala Badan Geologi ESDM, Muhammad Wafid menyatakan bahwa hasil pemantauan visual dan kegempaan menunjukkan adanya potensi erupsi di masa depan.
"Berdasarkan analisis dan evaluasi menyeluruh dari pemantauan visual dan instrumental, aktivitas visual dan kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki meningkat, sehingga status gunung ini tetap berada pada Level III (Siaga)," ujarnya dalam keteranganya, Rabu (12/2/2025).
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, serta di sektor barat daya, utara, dan timur laut sejauh enam kilometer.
Sebelumnya, zona bahaya ditetapkan dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi, dan enam kilometer untuk sektor-sektor tertentu.
Selain itu, Wafid mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah, dan menghindari berita-berita yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat di sekitar gunung diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, khususnya di daerah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote, terutama saat hujan deras.


















