Sarif Abdillah Minta Target 1.000 Desa Wisata Diikuti Penyiapan Tata Kelola
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta target pengembangan 1.000 desa wisata harus diiringi dengan penyiapan tata kelola yang baik.
“Pengembangan desa wisata tidak cukup hanya membangun destinasi,” kata Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, Sabtu (11/7/2026).
Kakung melanjutkan, tata kelola yang bajk agar mampu berkembang dari desa rintisan menjadi desa wisata mandiri dan berlanjut mengalami kemajuan. Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Pemprov Jateng menargetkan pengembangan 1.000 desa wisata.

Hal tersebut berkaitan dengan tema pembangunan Jateng 2027, yakni Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.
“Tentu kita menyambut baik akan hal ini. Harapannya, mampu menumbuhkan pusat ekonomi baru dan membuka lapangan kerja serta mendayagunakan potensi desa,” ungkap politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Kakung menyebutkan, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh desa wisata tersebut memiliki kemampuan manajerial memadai sehingga mampu bertahan dan terus berkembang.
“Karena itu, pemerintah juga perlu memperkuat sistem klasifikasi desa wisata sehingga pendampingan dapat diberikan secara tepat sasaran,” katanya.
“Yang masih rintisan atau pemula perlu banyak pendampingan pemerintah supaya bisa naik kelas. Sementara yang sudah mandiri tentu bisa lebih dilepas,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.















