Selain menjadi tempat lahirnya sejumlah tokoh besar, kawasan Tambakberas juga memiliki daya tarik wisata religi yang kental dengan sejarah perjuangan Islam dan kemerdekaan Indonesia.
Dirangkum Erakini, Kamis (9/7/2026), Desa Wisata ReligiTambakberas berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kawasan ini dikenal sebagai tanah kelahiran dua tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, yakni KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Hasyim Asy'ari. Keduanya merupakan tokoh penting dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia.
Sejumlah destinasi religi dan sejarah dapat dikunjungi di kawasan ini, antara lain makam Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Hasbullah, makam leluhur KH Hasyim Asy'ari, kawasan Pondok Pesantren Tambakberas, serta masjid tertua di Kabupaten Jombang yang menjadi peninggalan para leluhur pendiri NU dan tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Selain wisata religi, Tambakberas juga memiliki situs peninggalan era Majapahit berupa beberapa Sumur Tiban dengan struktur bangunan berbahan terakota yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah kawasan tersebut.
Keindahan alam sekitar turut menjadi daya tarik Desa Wisata ReligiTambakberas. Kawasan persawahan dengan latar gugusan pegunungan seperti Gunung Penanggungan, Gunung Arjuno, dan Gunung Welirang menawarkan panorama yang menarik bagi wisatawan.
Dari sisi ekonomi, masyarakat setempat juga mengembangkan berbagai potensi pertanian dan ekonomi kreatif, mulai dari komoditas sorgum atau jagung cantel hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pondok Pesantren Bahrul UlumTambakberas sendiri merupakan salah satu pusat pendidikan Islam tertua di Kabupaten Jombang yang telah melahirkan banyak tokoh nasional. Selain KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Hasyim Asy'ari, sejumlah tokoh besar lain seperti KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga pernah menimba ilmu di pesantren tersebut.
Dengan nilai sejarah, religi, dan budaya yang kuat, Desa Wisata ReligiTambakberas menjadi salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman ziarah sekaligus mengenal jejak perjuangan para pendiri NU.
Bagi wisatawan perorangan atau keluarga, kunjungan disarankan dilakukan di luar hari Jumat dan akhir pekan untuk menghindari kepadatan. Sementara itu, kunjungan rombongan besar biasanya berlangsung pada Jumat, akhir pekan, hari pasaran Legi dalam penanggalan Jawa, atau masa libur.