JAKARTA, (ERAKINI) - Puluhan RT di Jakarta masih terendam banjir hingga Kamis (28/11/2024) siang. Ketinggian banjir bervariasi hingga lebih dari 2 meter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan, hingga pukul 11.00 WIB cakupan wilayah yang terdampak banjir di Jakarta masih terdapat 60 Rukun Tetangga (RT), atau sekitar 0,196 persen dari total 30.772 RT di seluruh wilayah Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa banjir ini terjadi akibat hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (27/11). Curah hujan yang tinggi menyebabkan Kali Ciliwung meluap, sehingga memicu banjir di beberapa wilayah.
Banjir di Jakarta Selatan tercatat menggenangi 13 RT yang terdiri dari empat kelurahan. Di Kelurahan Tanjung Barat, satu RT terendam dengan ketinggian air mencapai 40 cm.
Sementara di Kelurahan Rawajati, tujuh RT tergenang dengan ketinggian air antara 40 hingga 90 cm. Di Kelurahan Pejaten Timur, tiga RT terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 230 cm, dan di Kelurahan Kebon Baru, dua RT dengan ketinggian air 50 hingga 90 cm.
Selain itu, di Jakarta Timur, terdapat 47 RT yang terdampak banjir. Di Kelurahan Bidara Cina, 14 RT terendam dengan ketinggian air mencapai 80 hingga 160 cm, sementara di Kelurahan Kampung Melayu, 29 RT terendam dengan ketinggian air yang bervariasi antara 30 hingga 250 cm.
Di Kelurahan Balekambang, satu RT terendam dengan ketinggian air 180 hingga 220 cm, dan di Kelurahan Cawang serta Kelurahan Cililitan masing-masing satu RT terendam dengan ketinggian air sekitar 140 hingga 150 cm.
Beberapa wilayah yang sebelumnya tergenang banjir kini sudah mulai surut. Di Kelurahan Sukabumi Selatan, 3 RT telah surut, diikuti oleh 1 RT di Kelurahan Cipinang Muara dan 2 RT di Kelurahan Gedong. Selain itu, di Kelurahan Tanjung Barat, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur, masing-masing 2 RT juga sudah mulai surut.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), masih terus bekerja untuk memantau kondisi genangan air, serta melakukan penyedotan air dan pemeliharaan tali-tali air agar aliran air tetap lancar.
Isnawa Adji mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan lanjutan, mengingat cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Untuk keadaan darurat, BPBD DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi nomor telepon 112, yang merupakan layanan darurat gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.