Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Foto: Dok Pemkab Sukoharjo
JAKARTA, (ERAKINI) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati SukoharjoEtik Suryani. KPK sudah membawa bersama empat orang lainnya ke Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya operasi tersebut. “Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh Bupati,” ujar Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Menurut Budi, Etik Suryani diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Setelah diamankan dalam OTT, KPK melakukan pemeriksaan awal terhadap Etik di Polresta Surakarta, Jawa Tengah.
Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Sebelum namanya dikenal sebagai kepala daerah, Etik Suryani merupakan sosok yang memiliki perjalanan panjang di dunia perbankan. Dikutip dari laman resmi Pemkab Sukoharjo, perempuan kelahiran Surakarta, 15 Maret 1963, itu menghabiskan hampir tiga dekade kariernya di Bank Bumi Arta Tbk.
Etik memulai kariernya di sektor perbankan sejak 1983 dan berkiprah hingga 2010. Dalam perjalanan karier tersebut, ia dipercaya menduduki posisi kepala cabang.
Setelah meninggalkan dunia perbankan, Etik mulai aktif dalam kegiatan organisasi dan politik. Ia pernah menjalankan peran sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo sebelum akhirnya terjun dalam kontestasi politik daerah.
Dalam perjalanan politiknya, Etik Suryani dikenal bagian dari dinasti politik Sukoharjo. Etik merupakan istri mantan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Sang suami pernah memimpin Sukoharjo selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2021.
Etik kemudian terpilih sebagai Bupati Sukoharjo untuk periode 2021–2025. Ia kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin Sukoharjo pada periode 2025–2030 dan dilantik pada 20 Februari 2025.
Latar Belakang Pendidikan Etik Suryani menempuh pendidikan dasar hingga menengah di wilayah Surakarta dan Sukoharjo. Ia tercatat pernah bersekolah di SD Negeri 85 Tegalmulyo Surakarta, SMP Negeri 9 Surakarta, serta SMA Negeri Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana dari Universitas Surakarta pada 2010. Pada 2018, Etik menyelesaikan pendidikan magister di STIE AUB Surakarta.
Selain pendidikan formal, Etik juga mengikuti sejumlah pelatihan, di antaranya Lokakarya Kepemimpinan Supervisor Bagian A dan B pada 1995, pembekalan kader perempuan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah pada 2007, serta pelatihan manajemen risiko pada 2008 dan 2009.