Kodam Siliwangi menahan seorang prajurit TNI berinisial Kopral R yang diduga terlibat dalam kasus pembacokan dua anggota Brimob Polda Banten di Kota Serang. Foto: Ilustrasi
Kapendam III/Siliwangi Kolonel Mahmuddin Abdillah mengatakan, Kopral R telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini menjalani proses hukum di lingkungan militer. Kopral R kini ditahan di Denpom III/4 Serang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Sudah kita proses dan dijadikan tersangka. Patut diduga menjadi beking," kata Mahmuddin, Kamis (4/6/2026).
Menurut Mahmuddin, prajurit tersebut berada di lokasi kejadian di depan RS Fatimah, Kota Serang, pada Selasa (2/6), saat terjadi keributan antara kelompok penagih utang (debt collector) dengan korban yang berujung pada aksi kekerasan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Kopral R diduga ikut melakukan penganiayaan ketika berusaha melerai perselisihan yang terjadi. Namun, Kodam III/Siliwangi masih mendalami dugaan keterlibatannya, termasuk informasi yang menyebut dirinya menjadi pelindung atau beking kelompok debt collector.
"Karena ada perselisihan di situ, dia mencoba melerai. Berawal dari pemukulan itu, dia tidak tahu siapa yang dipukul, akhirnya dia ikut memukul juga," ujar Mahmuddin.
Ia menegaskan TNI tidak akan memberikan toleransi kepada prajurit yang terlibat dalam aktivitas ilegal maupun tindak pidana.
"Apabila anggota itu terlibat dalam kegiatan ilegal seperti itu, tetap akan kami proses dan dilanjutkan ke proses hukum," katanya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan mengatakan, pelaku yang telah ditangkap sejauh ini berjumlah empat orang. Para tersangka yang ditangkap berperan langsung dalam aksi pengeroyokan. Mereka diduga melakukan pelemparan batu, intimidasi, hingga berupaya merebut kendaraan milik korban berupa Daihatsu Xenia tahun 2024.
"Mereka semuanya berada di lokasi. Ada yang turut melakukan pelemparan batu, melakukan ancaman dan pemerasan, serta berusaha merebut kendaraan milik korban," jelasnya.
Polisi kini masih memburu enam pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi penyidik. "Kami sudah mengantongi identitas semuanya. Saat ini masih ada enam orang yang dalam pengejaran," kata Dian.