Debt Collector Mulai Digantikan Agen AI, Simak Cara Kerjanya
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Kecerdasan buatan (AI) kini mulai mengambil alih tugas debt collector atau penagih utang. Peran AI dalam menagih utang ini mendapat sorotan di Amerika Serikat (AS).
Di tengah inflasi yang masih tinggi dan kondisi ekonomi dengan minim perekrutan tenaga kerja, jumlah utang pribadi di AS kini mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Ini menjadi catatan suram bagi negara sebesar dan semaju AS, sekaligus memicu lonjakan keterlambatan pembayaran dan kredit macet.
Namun, ketika semakin banyak pemberi pinjaman menagih pembayaran, proses penagihan itu makin sering dilakukan oleh kecerdasan buatan (AI), bukan manusia.
Laporan terbaru Wired mengungkap meningkatnya penggunaan agen AI untuk mengejar para penunggak utang. Seorang pria asal Seattle bernama Ben, misalnya, mengaku mendapat panggilan otomatis terkait utang lama yang sebenarnya sudah ia lunasi.
Dalam panggilan mengenai sengketa sebesar 266 dolar AS dengan mantan pemilik rumah kontrakannya, Ben mengatakan dirinya dihubungi oleh Eve, agen suara AI yang jelas terdengar bukan manusia dan dikirim oleh perusahaan ProCollect.
“Apakah Anda ingin menyelesaikannya hari ini melalui kartu atau transfer bank?” tanya agen AI tersebut.

















