Bantul Siapkan Ratusan Petugas Pemeriksa Hewan Kurban
Akhmad Baihaqi Arsyad
BANTUL, (ERAKINI) – Sebanyak 250 petugas pemeriksa hewan kurban siap diterjunkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu dilakukan guna memeriksa kesehatan dan memantau penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1.444 Hijriah.
"Sekitar 250 teman-teman yang akan mengawasi di titik titik penyembelihan hewan kurban," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo di Bantul, dikutip dari Antara, Senin (26/6/2023).
Namun, Joko Waluyo mengungkapkan adanya keterbatasan personel. Oleh kerenanya, lanjut dia, pihaknya melibatkan personel dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM). "Karena kita juga titik-titiknya banyak, kami terbatas personel, kami juga melibatkan (personel) dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM," ungkapnya.
Para petugas pemeriksa kesehatan hewan, menurut dia, sudah mendapat pembekalan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM. "Harapan kami mulai besok sudah ada pemeriksaan antemortem, sebelum disembelih, kemudian nanti pemeriksaan postmortem, setelah disembelih," katanya.
Joko menyampaikan bahwa pemeriksaan sudah dilakukan pada hewan-hewan ternak di sejumlah lokasi perdagangan hewan kurban. "Sampai sekarang ini, untuk ternak ternak yang ada di Kabupaten Bantul InsyaAllah sehat semua, layak untuk dijadikan hewan kurban," katanya.
Pihaknya juga mengimbau warga maupun panitia pemotongan hewan kurban agar meminta pedagang hewan menunjukkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari ternak yang diperdagangkan.
Joko juga menyampaikan bahwa hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1.444 Hijriah di Bantul sebagian besar didatangkan dari luar daerah karena kemampuan peternak Bantul menyediakan sapi, domba, dan kambing masih terbatas. "Jelas mendatangkan dari luar, karena untuk kebutuhan seperti domba, kambing, yang dipotong harian saja dari luar. Begitu juga sapi, masih dari luar," katanya.
Menurutnya, hal itu dikarenakan jumlah populasi (ternak) di Bantul belum mencukupi dan pola pemeliharaan adalah pola pembibitan. “Yang dipelihara sapi-sapi betina," jelasnya.















