54 Atlet Disabilitas Siap Berlaga di O2SN Provinsi Bangka Belitung
Akhmad Baihaqi Arsyad
PANGKALPINANG, (ERAKINI) - Sebanyak 54 atlet disabilitas dari seluruh sekolah luar biasa mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) peserta didik berkebutuhan khusus tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak 54 atlet tersebut akan berlaga dalam delapan cabang olahraga.
"Kita mengapresiasi mereka yang ikut O2SN ini karena di sini kita mengangkat minat bakat mereka. Mereka adalah para juara di sekolah masing-masing yang kemudian dikirim ke tingkat provinsi untuk nantinya berlanjut ikut tingkat nasional," kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Babel Mohammad Soleh di Pangkalpinang, dikutip dari Antara, Senin (24/7/2023).
Mereka masing-masing dari cabang atletik balap kursi roda tingkat SMP dan SMA diikuti tiga orang, lari 100 meter putra SMP/SMA sembilan orang, lompat jauh putri sembilan orang, lempar turbo putra sembilan orang, bulu tangkis putra tujuh orang, catur dua orang, tenis meja putra delapan orang dan cabang bocce putri tujuh orang peserta.
"Mari kita dukung mereka sepenuhnya, dan kepada para dewan juri dan wasit agar objektif, profesional dan bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik karena mereka yang berhasil di setiap cabang akan mewakili Babel ke tingkat nasional," ujarnya.
Ditekankan oleh Soleh agar tidak ada rekayasa perolehan nilai dalam O2SN peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) karena O2SN adalah olahraga yang terukur sehingga wasit dan dewan juri harus bertindak objektif profesional dan bertanggung jawab sehingga tidak ada laporan kecurangan.
"Mereka yang akan mewakili Babel di tingkat nasional adalah yang terbaik, bukan hasil rekayasa tindak kecurangan," jelasnya.
Selain itu, Ia juga mengharapkan semua kepala sekolah di SLB dapat terus melakukan pembinaan karena ada energi luar biasa ketika anak-anak termotivasi menjadi juara, maka sekolah harus mendukung mereka sepenuhnya. Semua juara pada tingkatannya, sehingga kepala sekolah dan para pendidik harus terus menggali dan membina potensi yang dimiliki peserta didik.

















