Rektor UIN SMH Banten Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A. saat memberikan sambutan pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 di Convention Hall UIN SMH Banten, Selasa (1/9/2026). (Foto: UIN Banten)
SERANG, (ERAKINI) - Sebanyak 2.210 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengikuti pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 di Convention Hall UIN SMH Banten, Selasa (1/9/2026).
Pembukaan PBAK dilakukan secara simbolis oleh Rektor UIN SMH Banten Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., didampingi Ketua Senat UIN SMH Banten Prof. Dr. H. B. Syafuri, M.Hum.
Dalam sambutannya, Prof Ishom mengajak mahasiswa baru memanfaatkan momentum bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan tinggi.
Menurut dia, lebih dari 70 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif dan didominasi generasi muda. Kondisi tersebut menjadi modal besar bagi kemajuan bangsa apabila dimanfaatkan dengan baik.
“Ini peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya melalui kemudahan akses pendidikan tinggi yang memadai,” ujar Prof Ishom.
Prof Ishom menjelaskan, kondisi Indonesia dengan sejumlah negara, seperti Jepang, yang saat ini menghadapi defisit demografi dan berkurangnya populasi usia muda.
“Kita wajib bersyukur karena Indonesia memiliki potensi luar biasa. Tinggal bagaimana kita mampu mengambil manfaat maksimal dari kondisi ini,” kata dia.
Dorong Integrasi Ilmu Agama dan Sains
Lebih dari itu, Prof Ishom melihat keunggulan sistem pendidikan di UIN SMH Banten yang mengintegrasikan ilmu keagamaan dengan ilmu pengetahuan umum melalui tujuh fakultas yang dimiliki kampus.
Menurutnya, konsep integrasi keilmuan tersebut menjadi bagian dari upaya UIN SMH Banten mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul, terkemuka, dan bertaraf internasional pada 2045.
“Kami berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus karakter yang kuat,” tuturnya.
PBAK Berlangsung Selama Tiga Hari
Sementara itu, Ketua Pelaksana PBAK UIN SMH Banten, Dr. H. Dede Permana, M.A., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak jauh hari agar mahasiswa baru memperoleh pengalaman orientasi yang edukatif.
“Hari kedua akan difokuskan pada pengenalan dunia kemahasiswaan tingkat universitas, termasuk organisasi kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),” ujar Dede.
Sementara pada Kamis (3/9/2026), kegiatan dilanjutkan di masing-masing fakultas dengan pengenalan dekanat, program studi, organisasi kemahasiswaan fakultas, sekaligus penutupan resmi PBAK.
Usung Tema Spiritual, Intelektual, dan Berdaya Saing Global PBAK UIN SMH Banten tahun ini mengusung tema “Kokoh Spiritual, Unggul Intelektual, Beraksi Profesional, dan Berdaya Saing Global.” Dede menjelaskan tema tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan berpikir di dunia perguruan tinggi harus tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual.
“Mahasiswa memiliki kebebasan berpikir yang luas, tetapi kebebasan itu harus dilandasi keseimbangan antara zikir dan pikir,” kata dia.
Pembukaan PBAK turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK), para dekan, serta guru besar UIN SMH Banten. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan selawat.