Petugas kesehatan menuntun salah seorang warga Desa Salamsari Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung, usai pemeriksaan kesehatan dalam program Speling digelar di balai desa tersebut, Jumat (14/11/2025). Foto : Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi - Taj Yasin Maimoen, menghadirkan cek kesehatan keliling oleh dokter spesialis (Speling) sebagai salah satu program andalan pemerintahnya.
Suhu udara di Kabupaten Temanggung, tepatnya Desa Salamsari Kecamatan Kedu kala itu mencapai 25 derajat Celcius. Meski begitu, langkah kaki warga desa setempat tetap hangat menuju balai desa, Jumat (14/11/2025).
Warga berjalan beriringan sembari mengajak tetangga lainnya menuju lokasi Speling. Tak lupa mereka saling mengingatkan untuk membawa kartu tanda penduduk.
Ya, mereka cukup membawa KTP untuk mengakses layanan kesehatan dokter spesialis dari rumah sakit. Di balai desa tersebut, tercatat 100 warga telah mendaftar untuk menerima layanan kesehatan ini.
Selain dekat, warga juga antusias berbondong-bondong mendapatkan layanan karena gratis. Ada tiga dokter spesialis dari RS Roemani Semarang dan Puskemas Kedu siap melayani warga. Meliputi Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Obgin.
Salah satu peserta Speling adalah ibu hamil Dede Yunika Krisnawati (28). Melalui Speling, kata dia, deteksi dini membuatnya semakin ringan menjalani hari-hari selama kehamilan. Program yang baru pertama kali diadakan di desa ini dinilai memberikan manfaat untuk masyarakat.
Terlebih saat menceritakan riwayat kehamilan sebelumnya, spesialis kandungan dan kebidanan memberikan resep untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Saya sedang hamil anak ke tiga sedangkan anak ke dua meninggal di perut padahal sudah rajin kontrol ke dokter dan bidan. Jadi tadi diberi resep pengencer darah supaya janin sehat sampai lahir,” kata dia.
Dede memasuki usia kehamilan tujuh bulan membuatnya sering kelelahan untuk beraktivitas. Dalam hal ini, termasuk saat memeriksakan diri ke spesialis.
“Tiap bulan kontrol ke dokter kandungan di kota (area kota Temanggung) sekitar 15 menit dari rumah di Dukuh Kemiri. Di sana (tempat praktik dokter) masih antre bagi bumil terasa capek,” kata dia.
Dede semangat mengikuti Speling karena dekat dengan tempat kerja dan hanya menempuh perjalanan lima menit dari rumah.
“Selain itu, tidak perlu antre lama jadi bisa istirahat langsung ke rumah,” kata dia.
Maklum saja, dia merasakan pegal seiring perjalanan usia kandungan. Selain konsultasi, dia juga mendapat layanan USG. Warga mengikuti Speling tak perlu pusing karena layanan ini tidak dipungut biaya.
Bagi dia, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Bagi yang tidak memiliki BPJS (Kesehatan) tetap bisa terlayani dengan gratis,” kata perangkat desa ini.
Program ini meringankan warga karena pasien dokter spesialis harus merogoh kocek lebih dalam. Speling memangkas jarak, waktu serta ongkos. Hal ini dirasakan Watimah (76), salah satu lansia penerima manfaat dalam Speling. Ibu tiga anak ini sudah kesusahan berjalan karena sempat jatuh tiga tahun lalu. Alhasil, dia lantas bergantung dengan alat bantu jalan.
Saat itu, dia diantar cucu ke balai desa dan disambut petugas membantu berjalan ke ruang pemeriksaan. Pekerja serabutan juga rutin memeriksakan ke RSUD Temanggung karena mengalami sakit jantung.
“Ditawari pak kades nderek niki mergo sikil nyeri nggih kulo purun (ditawari Pak Kades ikut kegiatan ini karena kaki terasa nyeri jadi saya bersedia),” kata dia.
Oleh sebab itu, mengingat riwayat penyakit dan pernah jatuh setiap bulan rutin kontrol ke RS dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Dia pun harus berangkat diantar cucu menggunakan kendaraan lalu antre sebelum mendapatkan layanan kesehatan di RS.
Namun, untuk mengikuti Speling tidak membutuhkan waktu lama karena rumahnya dekat di Dukuh Krajan. Berdasarkan penuturan petugas, jarak rumah Watimah dengan balai desa dapat ditempuh sekitar lima menit dengan berjalan kaki normal.
Petugas pun lantas mendahulukan ibu tiga anak ini untuk masuk ke ruang Poli Dalam. Sejatinya, dia mendapat antrean nomer 14 meski sudah berangkat pagi sekitar pukul 07.00. Sesudah konsultasi selama 10 menit, petugas kembali menuntun ke ruang pengambilan obat. Sejurus kemudian, petugas sudah menyiapkan obat sesuai resep dokter untuk diminum di rumah.
“Nek ono saben wulan penak ora perlu ning rumah sakit (kalau ada setiap bulan enak tidak perlu ke rumah sakit),” ujarnya.
Speling di Desa Salamsari merupakan salah satu daerah yang dilayani Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung. Speling di kabupaten penghasil tembakau ini mulai dilaksanakan sejak 17 Juni 2025.
Ketua Tim Rujukan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung. Liswati mengatakan, warga bisa memanfaatkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Program ini bertujuan menyehatkan masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan spesialis dan mengurangi biaya,” kata dia.
Selain itu memperpendek akses ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan spesialis. Melalui pemeriksaan ke ahli, bisa meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini.
Speling membidik masyarakat belum terpapar layanan kesehatan dokter spesialis. Tak bisa dipungkiri untuk memeriksakan diri ke spesialis membayar harga lebih mahal. Selain itu, masyarakat juga harus mendapatkan rujukan.
“Spesialis di rumah sakit umum juga satu (spesialis) sehingga harus antre. Sedangkan, rumah juga jauh jadi lebih ribet,” kata salah satu Tim Speling Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung tersebut.
Hal ini semakin memprihatinkan jika kondisi pasien lemah sehingga membutuhkan kendaraan untuk ke rumah sakit. Tentu saja hal ini membutuhkan biaya lebih banyak.
Selain itu, masyarakat yang belum memiliki BPJS Kesehatan juga bisa memanfaatkan program ini.
Sebanyak 62 desa di Kabupaten Temanggung akan disambangi dokter spesialis. Hingga November 2025 sudah terlaksana di 16 desa dan akan berlanjutan dan memperluas cakupan ke seluruh desa pada tahun 2026.
“Masyarakat tidak perlu antre bahkan mendapatkan bantuan dari RS. Jadi sudah gratis, warga mendapatkan banyak manfaat,” kata dia.
Rata-rata penyakit kerap ditemui tenaga medis adalah diabetes dan hipertensi. Warga berusia 40 tahun ke atas terindikasi berisiko penyakit-penyakit tersebut. Selain itu, tumbuh kembang anak-anak juga menjadi pantauan dokter spesialis.
“Warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk dan ditindaklanjuti,” kata dia.
Dia menilai, keberhasilan program ini melalui skrining dan edukasi sehingga masyarakat menjadi sadar pentingnya kesehatan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menginisiasi program Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) sebagai salah satu program prioritas Gubernur Jawa TengahAhmad Luthfi. Program Speling merupakan skrining kesehatan ditambah layanan dokter spesialis hingga rujukan.
Merujuk tagline Ngopeni, Nglakoni Jatengyang diusung dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah.
Speling mendekatkan dan memudahkan memeriksakan layanan kesehatan gratis ke masyarakat di balai desa. Terutama bagi masyarakat tinggal jauh dari rumah sakit. Warga cukup mendapatkan layanan medis hanya dengan membawa KTP.
Salah satu aspek unggulan Speling adalah transfer ilmu langsung dari dokter spesialis kepada dokter umum puskesmas di daerah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, metode ini tidak hanya memperluas layanan kesehatan tetapi juga meningkatkan kompetensi tenaga medis lokal.
“Meningkatkan kompetensi tenaga medis lokal agar pelayanan tetap berkelanjutan di desa meski program telah selesai,” kata Mantan Kapolda Jateng ini.
Gubernur Jawa TengahAhmad Luthfi saat meninjau Speling di Kabupaten Brebes, beberapa waktu lalu. Foto : Pemprov Jateng
Speling, kata dia, untuk pemerataan layanan kesehatan di pelosok desa yang kekurangan tenaga kesehatan spesialis.
Keberhasilan pelaksanaan program Speling diharapkan dapat mengatasi masalah kesehatan di Jawa Tengah. Menurut Luthfi, Speling juga menjadi sarana pemetaan dan pemerataan layanan kesehatan masyarakat desa. Sudah ada ribuan warga terlayani program ini.
“Kita bisa mendeteksi TBC, stunting, maupun penyakit degeneratif sejak dini, lalu ditindaklanjuti di Puskesmas. Alhamdulillah, ini menjadi roadmap kesehatan masyarakat Jawa Tengah, karena kesehatan adalah hal yang paling utama,” ujarnya.
Gubernur Luthfi menegaskan, pemeriksaan TBC menjadi prioritas utama, sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto dalam menekan angka penyakit menular tersebut.
“Paling pokok adalah TBC, selaras dengan program Presiden Prabowo. TBC bisa diturunkan,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah membukukan capaian CKG di Jawa Tengah sebanyak 10.878.489 jiwa. Kegiatan tersebut juga diintegrasikan dengan Program Speling (dokter spesialis keliling). Per 5 November 2025, program Speling sudah menjangkau 722 desa dengan total sasaran 73.813 jiwa.
“Dukungan dan kolaborasi aktif dari seluruh kepala daerah sangat menentukan keberhasilan program ini,” kata dia.
Menurut dia, Speling dan CKG (cek kesehatan gratis) berjalan beriringan. Sedangkan, CKG merupakan program pemerintah pusat. Pemprov Jateng menegaskan komitmen turut menyosialisasikan kedua program layanan kesehatan tersebut.
Pijakan Awal Pengobatan Lanjutan
Skrining riwayat kesehatan menjadi pijakan awal memahami faktor risiko penyakit di masa mendatang.
Manajer Pelayanan Medis RS Roemani Semarang, Ridhona Fajar Sari mengatakan, Speling tidak hanya menghadirkan pemeriksaan melainkan juga edukasi kesehatan.
“Edukasi tumbuh kembang dan kesehatan anak, penyakit kronis untuk orang dewasa perlu terus disosialisasikan ke masyarakat,” kata dia.
Pihaknya membawa tiga dokter spesialis untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan. Tenaga kesehatan juga menekankan edukasi bagi ibu hamil dalam menjaga kesehatan.
“Cakupan gizi untuk ibu hamil dan janin agar mengurangi tingkat kematian ibu dan anak serta mencegah risiko stunting,” kata dia.
Keikutsertaan RS Roemani sebagai salah satu fasilitas kesehatan mendukung Speling agar mempermudah masyarakat menjangkau layanan kesehatan.
“Skrining awal untuk menemukan penyakit agar bisa diobati lebih dini,” kata dia.
Pelaksanaan Speling di Desa Salamsari Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jumat (14/11/2025). Foto : Hendrati Hapsari
Pihaknya juga memberikan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut baik ke RS Roemani maupun RS terdekat.
“Program ini sangat baik dan bisa ditingkatkan kolaborasi antara RS, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten Temanggung,” kata dia.
Lain kesempatan, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah mendukung program pelayanan kesehatan spesialis keliling dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Speling merupakan bagian dari upaya membangun sistem deteksi dini penyakit mulai dari desa hingga provinsi,” kata Kakung, panggilan akrabnnya.
Dia mengharapkan, Speling tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit (kuratif) melainkan terintegrasi langkah-langkah pencegahan (preventif).
“Speling diharapkan disertai dengan kegiatan sosialisasi penyuluhan atau edukasi mengenai kesehatan kepada masyarakat utamanya generasi muda,” kata dia.
Upaya ini, kata dia, guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku hidup sehat masyarakat sehari-hari.
Dia menyebut, keberadaan Speling sangat bermanfaat, terutama karena mampu menjangkau masyarakat di daerah perdesaan dengan melibatkan dokter spesialis.
Ia menekankan, menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan biaya besar, selama masyarakat mau menerapkan gaya hidup sehat dan tindakan pencegahan sejak dini.
“Harapan kami, layanan yang bersifat kuratif ini bisa ditingkatkan dengan menyertakan langkah-langkah preventif,” kata dia.