Jarang Terekspos, Prof Ishom Konsisten Dalami Manuskrip Nusantara
Akhmad Baihaqi Arsyad
SERANG, (ERAKINI) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, yang dikenal sebagai Guru Besar Hukum Islam, ternyata memiliki kepedulian besar terhadap manuskrip atau naskah kuno karya ulama Nusantara.
Di luar kesibukannya sebagai akademisi dan pimpinan perguruan tinggi, Prof Ishom konsisten menekuni penelitian naskah kuno. Baginya, manuskrip peninggalan ulama Nusantara adalah khazanah intelektual yang patut dijaga dan dihidupkan kembali.
“Banyak karya tulis tangan ulama yang hampir punah. Tugas kita adalah menghidupkannya kembali,” ujar Prof Ishom saat berbincang dengan erakini, Selasa (26/8/2025).
Sejumlah penelitian yang telah ia lakukan antara lain naskah karya ulama sekaligus Sultan Buton, Muhammad Al-Idrus al-Butoni, berjudul Tahsinul Aulad fi Thoati Rabbil Ibad. Hasil kajian tersebut bahkan diterbitkan oleh Kementerian Agama pada 2015.
Prof Ishom juga meneliti naskah karya Sayyid Utsman al-Batawi berjudul Al-Qawanin Al-Syariyyah li Ahlul Majalis al-Hukmiyyah, serta naskah karya Syekh Mahfudz al-Termasi berjudul Nailul Makmul. Selain itu, ia pernah mengkaji Naskah Undang-Undang Banten yang berlaku hingga abad ke-17.

Menurutnya, sebagian besar naskah yang diteliti berasal dari salinan atau fotokopi yang ia peroleh dari rekan-rekannya. Kebanyakan dari mereka adalah lulusan Belanda yang mengetahui minat besar dalam bidang filologi dan sejarah intelektual di Nusantara.

















