Antam menorehkan pencapaian bersejarah pada kuartal II tahun 2025. Perusahaan BUMN ini mencatat rekor penjualan tertinggi untuk komoditas emas dan bijih nikel. Foto: Ilustrasi/Dok Antam
JAKARTA, (ERAKINI) - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menorehkan pencapaian bersejarah pada kuartal II tahun 2025. Perusahaan BUMN ini mencatat rekor penjualan tertinggi untuk komoditas emas dan bijih nikel sejak pertama kali beroperasi tahun 1968.
Corporate Secretary Division Head Antam, Syarif Faisal Alkadrie, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun ini, volume penjualan emasAntam mencapai 29.305 kilogram atau setara dengan 942.178 troy ounce.
Tingginya permintaan di pasar domestik dan tren harga emas global yang masih bertahan di level tinggi akibat ketidakpastian geopolitik serta kondisi makroekonomi internasional, menjadi faktor utama capaian ini.
Pencapaian ini juga menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kualitas produk pertambangan Antam. Di tengah tantangan ekonomi global dan kompetisi industri yang semakin tajam, Antam terus memperkuat posisinya dengan strategi penjualan berbasis kualitas, keamanan, dan kemudahan akses pelanggan.
"Sebagai respons terhadap tingginya permintaan dan persaingan yang semakin ketat, Antam konsisten memperkuat posisi pasar melalui strategi penjualan berbasis kualitas produk, keamanan, serta kemudahan akses bagi pelanggan," ujar Faisal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Selain emas, kinerja gemilang juga dicatat pada komoditas bijih nikel. Hingga akhir Juni 2025, volume penjualan bijih nikel tercatat sebesar 8,20 juta wet metric ton (wmt), sementara volume produksinya mencapai 9,10 juta wmt.
Produksi feronikel juga tetap terjaga di level optimal, dengan realisasi sebesar 9.067 ton nikel dalam feronikel (TNi) dan volume penjualan mencapai 5.763 TNi pada semester pertama tahun ini.
Capaian positif Antam tak berhenti pada emas dan nikel. Di sektor bauksit dan alumina, Antam mencatat volume produksi bauksit sebesar 1,38 juta wmt, dengan penjualan mencapai 1,03 juta wmt.
Adapun produksi chemical grade alumina (CGA) tercatat sebesar 89.385 ton, dengan volume penjualan sedikit lebih tinggi yakni 91.109 ton. Sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong transisi energi hijau, Antam juga terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Pada kuartal II 2025, Antam bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CBL) secara resmi memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik terintegrasi, yang langsung diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Ini menjadi langkah konkret Indonesia dalam mendorong transisi energi, sekaligus menjadi tonggak penting transformasi industri tambang ke arah rantai pasok energi yang bersih dan berkelanjutan,” kata Faisal.
Sebagai pengakuan atas komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik (GCG), Antam juga berhasil meraih tiga penghargaan internasional dari investor institusi global.
Penghargaan tersebut menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap transparansi, profesionalisme, dan kredibilitas Antam sebagai entitas bisnis yang tak hanya mengedepankan kinerja finansial, tetapi juga keberlanjutan dan akuntabilitas.