Pertamina Setor Rp262 Triliun ke Negara hingga September, Simon: Terbesar dari Semua BUMN
Thomas Pulungan







Simon menegaskan bahwa dengan semangat dan visi yang selaras dengan pemerintah, Pertamina terus mendorong penguatan sektor migas nasional, ketahanan energi, peningkatan nilai tambah industri, serta pembukaan peluang pertumbuhan ekonomi baru di masa depan.
“Meminjam istilah Presiden Prabowo Subianto, Pertamina adalah sokoguru dan tuntutan bangsa Indonesia. Ini amanah besar yang kami emban dan akan kami tunaikan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh program strategis Pertamina disusun agar sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait upaya memperkuat swasembada energi melalui penerapan *dual growth strategy*.
“Kita tidak hanya memaksimalkan bisnis legacy minyak dan gas, tetapi juga mempercepat transisi menuju energi rendah karbon. Ini langkah improvement berkelanjutan sesuai arah pembangunan nasional,” tuturnya.
Meski menghadapi tekanan ekonomi global, Simon menilai Pertamina tetap mampu menjaga stabilitas kinerja melalui efisiensi, respons cepat, dan continuous improvement di seluruh lini operasi. Hal itu membuat kinerja keuangan dan operasional tetap berada pada tren positif.
Pada 2025, Pertamina diproyeksikan membukukan pendapatan USD68 miliar atau sekitar Rp1.127 triliun, dengan laba bersih mencapai USD3,3 miliar atau setara Rp54 triliun. Dari sisi operasional, produksi migas juga terjaga di level 1 juta barel setara minyak per hari, dengan yield kilang mencapai 84 persen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa improvement bukan hanya jargon, tetapi bukti komitmen Pertamina menjaga ketahanan energi dan memberikan nilai terbaik bagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Simon menambahkan, di tengah gejolak ekonomi global, Pertamina tetap berhasil menjaga kinerja operasi yang solid melalui berbagai program strategis, mulai dari penguatan hulu migas, optimasi kilang, efisiensi logistik, transformasi bisnis gas, hingga inovasi energi hijau.
Hingga akhir Oktober 2025, tren positif kinerja Pertamina tercermin dari produksi migas yang konsisten berada di atas 1 juta BOEPD, yield kilang bernilai tinggi di atas 83 persen, penjualan melampaui 100 juta kiloliter, serta pertumbuhan stabil pada sektor niaga gas dan logistik. Produksi listrik juga diproyeksikan mencapai 8,4 gigawatt-hour.
Di kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menegaskan bahwa kontribusi Pertamina terhadap penerimaan negara stabil di atas Rp300 triliun per tahun, dengan porsi terbesar berasal dari pajak.
“Porsi terbesar berasal dari pajak, di mana Pertamina menjadi salah satu BUMN penyumbang pajak terbesar di Indonesia,” sebut Oki.
Untuk dividen, Pertamina memberikan kontribusi terbesar bagi Danantara, dengan total dividen Rp42,1 triliun atas kinerja tahun buku 2024. Hingga September 2025, dividen yang telah disetor mencapai Rp23 triliun.
“Ini menegaskan kembali komitmen Pertamina dalam memberikan nilai lebih bagi negara sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tekanan dan dinamika global,” kata Oki.
