JAKARTA, (ERAKINI) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat (8/5/2026) pagi. Mata uang Garuda turun 24 poin atau sekitar 0,14 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Berdasarkan perdagangan pasar valuta asing, kurs rupiah bergerak ke level Rp17.357 per dolar AS, melemah dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp17.333 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu penguatan dolar AS sebagai aset aman (safe haven).
Sebelumnya, rupiah juga sempat tertekan pada perdagangan awal pekan. Pelemahan tersebut terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap konflik global dan ketidakpastian ekonomi internasional.
Pergerakan mata uang domestik saat ini masih dibayangi arus keluar modal asing serta tingginya permintaan dolar AS di pasar global. Kondisi tersebut membuat ruang penguatan rupiah menjadi cukup terbatas dalam jangka pendek.