ITB tengah jadi sorotan setelah menggandeng perusahaan fintech untuk pembayaran uang kuliah dengan skema pinjol. Salah satu fintech yang menjadi mitra ITB, yakni Danacita. Foto: Ilustrasi/Danacita
JAKARTA, (ERAKINI) - Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah jadi sorotan setelah menggandeng perusahaan financial technology () untuk pembayaran uang kuliah dengan skema (pinjol). Salah satu perusahaan yang menjadi mitra ITB, yakni Danacita,
Dilihat dari situs resminya, Senin (29/1/2024), Danacita merupakan perusahaan teknologi yang menjalankan bisnis education loan di Asia Tenggara. Danacita bersama Bukas (Filipina) adalah bagian dari ErudiFi, perusahaan teknologi dengan misi membangun masa depan generasi muda Asia Tenggara dengan menghadirkan pendanaan pendidikan terjangkau bagi para pelajar dan tenaga profesional.
Danacita menyebut hadir untuk membuat biaya pendidikan lebih terjangkau. Selain menyediakan pinjaman uang kuliah, Danacita juga bekerja sama dengan lembaga kursus.
"Danacita bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga kursus untuk memastikan kamu bisa menikmati layanan pembiayaan pendidikan yang terjangkau," tulis .
Danacita.
Selain ITB, Danacita telah bermitra dengan 148 lembaga kursus, universitas, politeknik, dan sekolah tinggi yang ada di Indonsia Indonesia.Sejak berdiri tahun 2018, Danacita mengklaim sudah mendampingi pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi dan kursus pengembangan diri lewat program cicilan kuliah maupun kursus
Total pengguna Danacita hingga saat ini sebanyak 27.440 dengan total dana pendidikan yang tersalurkan sebesar Rp375.996.260.883.
Danacita menyebut sudah mengantongi izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta telah tersertifikasi ISO 27001 untuk keamanan data transaksi. Pengajuan pinjaman untuk biaya pendidikan sangat mudah dan bisa diproses dari mana saja melalui website atau aplikasi android Danacita.
Pengajuan dana ke Danacita tidak memerlukan DP atau jaminan. Hanya perlu KTP, bukti tagihan, dan rekening koran satu bulan terakhir. "Tidak perlu khawatir, biaya pendidikan kamu akan langsung dibayarkan ke institusi pendidikan. Maksimum 3 hari kerja," tulis Danacita.
Cicilan biaya pendidikan dimulai dari 6, 12, hingga 24 bulan dengan biaya platform mulai dari 1,3 tahun per bulan. Lalu biaya persetujuan dikenakan sekali di awal sebesar 3 persen dari nominal biaya yang disetujui atau minimal Rp100.000. Jumlah cicilan bulanan tetap.
Yang menarik, struktur manajemen Danacita diisi orang-orang top. Di posisi Direktur Utama dijabat Alfonsus Dwianto Wibowo.
Alfonsus merupakan alumni Universitas Katolik Soegijapranata. Ia bergabung sejak awal berdirinya Danacita pada tahun 2018. Ia memimpin beberapa fungsi dari marketing hingga operations. Sebelum bergabung dengan Danacita, Alfonsus menjajaki karir di industri manufaktur selama hampir 9 tahun.
Selain dari tim pimpinan, Danacita juga dibantu oleh penasihat yang terdiri dari tokoh-tokoh ternama yang bergerak di dunia pendidikan. "Para penasihat kami berperan penting dalam membantu Danacita mewujudkan impian kami untuk membangun masa depan yang lebih baik lagi bagi generasi muda dengan meningkatkan akses pendidikan tinggi di Indonesia," tulis Danacita.
Salah satu advisor atau panesihat Danacita, yaitu Gita Wirjawan. Gita merupakan Menteri Perdagangan periode 2011-2014 dan pernah menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dari tahun 2009-2011.
Gita juga pernah menjabat beberapa posisi penting, seperti Presiden Direktur JP Morgan Indonesia dan Wakil President Goldman Sachs. Dalam dunia pendidikan, Gita duduk sebagai salah satu Dewan Penasihat Global untuk Yale University School of Management dan Dewan Gubernur untuk Asia School of Business (MIT Sloan).