bank bjb Jaga Rasio NPL Tetap Rendah
Hendrati Hapsari
BANDUNG, (ERAKINI) - bank bjb menjaga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sebesar 0,56 persen di sepanjang semester I 2026.
“Mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan,” kata Corporate Secretary, Irwan Riswandi, dalam siaran rilisnya, Kamis (30/7/2026).
Menurut Irwan, bank bjb menerapkan berbagai strategi hingga transformasi digital. Selain itu, pengembangan bisnis berbasis eksosistem pemerintah daerah.
“Sebagai entitas pengendali Grup bjb yang membawahi tiga perusahaan anak perbankan dan dua lembaga keuangan non-bank, hingga Semester I 2026 bank bjb secara konsolidasi membukukan total aset sebesar Rp228,2 Triliun,” terang Irwan.
Perusahaan anak, kata dia, memberikan kontribusi aset sebesar Rp44,2 Triliun atau sekitar 19,4 persen terhadap total aset konsolidasi Grup bjb.
“Di sisi intermediasi, penyaluran kredit termasuk pembiayaan secara konsolidasi mencapai Rp140,4 Triliun, terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp29,3 Triliun dan bank only sebesar Rp111,1 Triliun,” papar dia.
Dia melanjutkan, segmen konsumer tetap menjadi penopang utama portofolio kredit bank bjb dengan outstanding mencapai Rp74,2 Triliun atau sekitar 66,8 persen dari total kredit. Selain mempertahankan kekuatan pada segmen konsumer, terang dia, bank bjb juga terus melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan kredit melalui pengembangan pembiayaan non-konsumer.
“Salah satu fokus utama Perseroan adalah memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui penyediaan pembiayaan yang dilakukan secara selektif, terukur, dan sesuai prinsip kehati-hatian,” terang dia.
Menurut dia, Perseroan menilai kebutuhan pembiayaan pemerintah daerah masih memiliki prospek yang positif seiring berlanjutnya berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di daerah.
















