Bank internasional terkemuka asal Inggris, Standard Chartered, menunjuk Thomas Airlangga sebagai Chief Risk Officer (CRO) dan Country Credit Head Indonesia. Foto: LinkedIn
Setelah menjalani fit and proper test pada 26 Mei 2026, persetujuan regulator secara resmi ditandatangani oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, pada 8 Juni 2026.
Penunjukan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Thomas Airlangga yang telah berpengalaman puluhan tahun di industri jasa keuangan, khususnya di bidang manajemen risiko, kredit ritel, tata kelola, dan analitik perbankan.
Dalam pernyataannya, Thomas menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin fungsi Risk Management Standard Chartered di Indonesia.
"Saya sungguh merasa terhormat untuk mengabarkan bahwa saya memasuki peran baru sebagai Chief Risk Officer dan Country Credit Head Indonesia di Standard Chartered. Dalam kapasitas ini, menantikan kesempatan untuk memimpin fungsi manajemen risiko kami di Indonesia,” ujar Thomas, dikutip dari LinkedIn, Senin (22/6/2026).
Thomas merupakan alumni SMA Taruna Nusantara Magelang Jurusan IPA tahun 1997 (TN 5). Thomas kemudian menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri di Universitas Pelita Harapan (UPH), dan meraih gelar Master Management di universitas yang sama.
Thomas diketahui memiliki pengalaman panjang selama 25 tahun di sektor jasa keuangan ritel dan telah menjalankan berbagai peran di bidang enterprise risk, kebijakan risiko, manajemen portofolio, analitik, layanan kredit ritel, manajemen risiko ritel, risiko fraud, risiko pasar, pengendalian proses operasional, kepatuhan, serta riset/komunikasi pemasaran.
Thomas memulai karier profesionalnya di MDP Trainee (Mei 2001 – Januari 2002). Setelah itu Thomas bergabung Astra Buana sebagai Marketing Research Officer (Januari 2002 – Mei 2005).
Selanutnya Thomas berkiprah di GE Money Indonesia dengan posisi Manager Operational Process Control, Policy Officer (Unit Kepatuhan) pada Mei 2005 – Oktober 2007. Dari sini Thomas melanjutkan perjalanan panjangnya di sektor perbankan internasional.
Sebelum menduduki posisi CRO dan Country Credit Head, Thomas menjabat sebagai Country Credit Head Standard Chartered Indonesia sejak Juni 2023 – Maret 2026 . Sebelumnya, ia dipercaya sebagai Head of Risk Management and Governance di Bank Jago pada periode 2020–2023, di mana ia berperan penting dalam membangun kerangka manajemen risiko bank digital tersebut.
Di Bank Jago, Thomas memimpin pembentukan sistem manajemen risiko yang komprehensif, termasuk penguatan tata kelola, pengembangan infrastruktur risiko, implementasi sistem pengendalian operasional, serta strategi pencegahan fraud untuk mendukung transformasi digital bank.
Karier Thomas juga banyak ditempa di HSBC selama hampir 13 tahun. Ia pernah memegang sejumlah posisi strategis, di antaranya SVP Policy, Portfolio and Analytics, SVP Retail Credit Services, hingga VP Credit Operation. Pengalamannya mencakup pengelolaan kebijakan kredit konsumen, manajemen portofolio ritel, layanan kredit, hingga pengawasan operasional kredit secured dan unsecured.
Selain berkiprah di Indonesia, Thomas juga memiliki pengalaman regional melalui penugasan di HSBC Vietnam (2013), dan HSBC China (2019). Di kedua negara tersebut, ia terlibat dalam pengembangan praktik terbaik manajemen risiko dan pengelolaan kredit ritel di tingkat regional.