Sosok Febrio Nathan Kacaribu (kedua dari kanan) saat mendampingi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengikuti Raker bersama Komisi XI DPR, Selasa (30/9/2025). Foto: Dok Kemenkeu
JAKARTA, (ERAKINI) - Sosok Febrio Nathan Kacaribu tengah menjadi sorotan publik karena kerap terlihat mendampingi Menteri Keuangan () . Banyak yang penasaran dengan figur yang kini menjadi otak di balik Indonesia tersebut.
Momen yang bikin penasaran ini bermula ketika Purbaya tertangkap kamera tengah makan siang di warung kaki lima Jalan Widya Chandra Barat, Jakarta Selatan, seusai rapat di kantor pusat Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rabu (1/10/2025).
Purbaya saat itu makan di warung kaki lima bersama Febrio dan Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Rahayu Puspasari. Keesokan harinya atau Kamis (2/10/2025), sosok Febrio kembali membuat penasaran. Saat itu, Purbaya mengikuti Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR, Kamis (2/10/2025).
Salah satu topik panas yang dibahas di rapat itu adalah perihal pembangunan kilang minyak Pertamina. Sebab Indonesia tak kunjung memiliki kilang baru, sebagai upaya memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.
Dalam rapat-rapat sebelumnya d DPR saat pembahasan RAPBN 2026, Febrio juga kerap duduk di sebelah Purbaya. Wajar Febrio terus menempel dengan Purbaya, mengingat fungsinya yang cukup strategis. Febrio saat ini menjabat Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu. Artinya, Febrio merupakan arsitek strategi fiskal Indonesia.
Keempatnya adalah Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunanan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY merupakan alumni SMA Taruna Nusantara Magelang tahun 1997 (TN 5). Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Sugiono. Sugiono satu angkatan dengan AHY di SMA Taruna Nusantara (TN 5).
Kemudian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Prasetyo merupakan Alumni SMA Taruna Nusantara tahun 1998 (TN 6). Lalu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Teddy merupakan alumni SMA Taruna Nusantara tahun 2007 (TN 15).
Jejak Karier Febrio Nathan Kacaribu
Lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, pada 27 Februari 1978, Febrio dikenal sebagai salah satu ekonom berprestasi dengan rekam jejak akademik dan birokrasi yang solid.
Dirangkum Erakini, Senin (6/10/2025), Febrio meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) pada 2002. Ia kemudian melanjutkan studi Magister International & Development Economics di Australian National University tahun 2005. Pada 2014, Febrio meraih gelar doktor (Ph.D) dari University of Kansas, Amerika Serikat.
Sebelum menjadi pejabat Kemenkeu, Febrio memiliki latar belakang sebagai seorang peneliti dan dosen. Kariernya dimulai sebagai peneliti senior di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEB UI) pada 2005, serta menjadi dosen di Departemen Ilmu Ekonomi UI hingga 2020.
Karier birokrasi Febrio dimulai ketika Menkeu Sri Mulyani Indrawati melantiknya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 3 April 2020, menggantikan Suahasil Nazara yang naik menjadi Wakil Menteri Keuangan.
Penunjukan Febrio sebagai Kepala BKF bukan karena penilaian subjektif dari Menkeu. Jabatan itu ia peroleh setelah Febrio melalui proses seleksi terbuka. Tugas dan tantangan Febrio tidaklah mudah di awal menjadi pejabat Kemenkeu. Indonesia saat itu tengah menghadapi awal pandemi Covid-19 yang mengguncang sistem keuangan global.
Tahun 2020 kondisi makro dan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam tekanan besar. Sebagai Kepala BKF, Febrio harus merumuskan kebijakan fiskal yang tangguh untuk menopang stabilitas ekonomi nasional sekaligus menyiapkan fondasi pemulihan fiskal pada 2021.
Di bawah kepemimpinannya, BKF memainkan peran penting dalam merancang kebijakan penanganan dampak ekonomi pandemi, serta menjaga kredibilitas APBN di tengah tekanan luar biasa. Atas kinerja dan dedikasinya, Febrio masuk dalam daftar Top 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Teladan 2021. Tak salah jika kepercayaan terhadapnya terus berlanjut.
Pada 23 Mei 2025, ia dilantik sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal. Jabatan tersebut sebelumnya merupakan posisinya sebagai Kepala BKF yang berganti nama sesuai Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024.
DJSEF kini menjadi unit eselon I strategis di Kementerian Keuangan yang bertugas merumuskan dan melaksanakan strategi ekonomi dan fiskal nasional. Lingkup kerjanya meliputi kebijakan makrofiskal yang berfokus pada stabilisasi ekonomi, pemerataan kesejahteraan, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, perpajakan, penerimaan negara bukan pajak, serta perencanaan APBN.
BKF sebelumnya menjalankan fungsi sebagai perumus kebijakan fiskal dan sektor keuangan, dengan lingkup tugas meliputi ekonomi makro, pendapatan negara, belanja negara, pembiayaan, sektor keuangan dan kerja sama internasional.
Namun, perkembangan dinamika, kebutuhan, dan tantangan eksternal yang semakin kompleks, menuntut perlunya dilakukan refocusing, sehingga fungsi perumusan kebijakan fiskal lebih fokus dilakukan oleh DJSEF.
Sementara fungsi perumusan kebijakan sektor keuangan dan pelaksanaan kerja sama internasional akan sepenuhnya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK).