Ketat! Pendaftar Calon Siswa Baru SMA Taruna Nusantara Tembus 24.000, Bersiap Bersaing Perebutkan 1.500 Kursi
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - SMA Taruna Nusantara telah menutup pendaftaran penerimaan siswa baru (pensisru) tahun ajaran 2026/2027, setelah dibuka sejak 9-20 September 2025. Puluhan ribu calon siswa akan bersaing ketat untuk bisa diterima di sekolah unggulan yang dikenal sebagai kawah candradimuka calon pemimpin masa depan ini.
SMA Taruna Nusantara melalui akun X, Senin (22/9/2025) mengumumkan, total pendaftar lebih dari 24.000 calon siswa.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada lebih dari 24 ribu casis untuk antusiasmenya di dalam pensisru SMA TN. Selamat mempersiapkan diri sebaik mungkin. Semoga dokumen sesuai yang disyaratkan dan terbaca dengan jelas," tulis akun X Pendaftaran SMA Taruna Nusantara @pensisruSMATN.
Dengan demikian, puluhan ribu calon siswa bersiap bersaing untuk mendapatkan sekitar 1.500 kursi. Sebanyak 1.500 siswa baru itu nantinya ditempatkan di enam kampus SMA Taruna Nusantara, yakni Magelang (Jawa Tengah), Cimahi (Jawa Barat), Malang (Jawa Timur), Pagar Alam (Sumatera Selatan), IKN (Kalimantan Timur), dan Langowan (Minahasa/Sulawesi Utara).
Berdasarkan jadwal yang diumumkan oleh Panitia Pensisru Tahun Ajaran 2026/2027, Seleksi Administrasi akan dilaksanakan pada 24 September hingga 13 Oktober 2025. Dari jumlah 24.000 lebih itu, nantinya akan tersaring menjadi 10.000 calon siswa yang lolos seleksi administrasi. Sebanyak 10.000 calon siswa ini selanjutnya akan mengikuti proses panjang seleksi selama kurang lebih 6 bulan, untuk mendapatkan 1.500 kursi.
Proses panjang itu meliputi Seleksi Akademik Tahap 1 (online), Seleksi Akademik Tahap 2 (Offline), Pemeriksaan Kesehatan, Kesamaptaan Jasmani, Psikologi, hingga Wawancara. Untuk waktu pasti pelaksanaan masih menunggu pengumuman berikutnya dari panitia.
Beasiswa Penuh Seluruh Siswa
Untuk diketahui, calon siswa yang diterima di SMA Taruna Nusantara nantinya akan menerima beasiswa 100 persen alias gratis sekolah selama tiga tahun. SMA Taruna Nusantara kini telah kembali ke marwah awal berdiri tahun 1990 sebagai sekolah berbasis meritokrasi. Kini, siapa pun bisa bersekolah di SMA Taruna Nusantara asalkan lolos seleksi.
SMA Taruna Nusantara memastikan siswa yang diterima murni karena kemampuan, bukan karena jabatan orang tua maupun latar belakang keluarga. Satu-satunya cara masuk SMA Taruna Nusantara adalah lulus seleksi. SMA Taruna sempat ber-beasiswa penuh selama 12 angkatan (1990-2002). Setelah itu, karena terkendala anggaran, SMA Taruna Nusantara menerapkan beasiswa terbatas pada sejumlah siswa terpilih.
Pada angkatan ke-36, SMA Taruna Nusantara kembali menemukan kekuatan finansial untuk ber-beasiswa penuh. Kebijakan luar biasa ini terjadi saat SMA Taruna Nusantara dan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) dikelola oleh alumni, yakni di bawah kepemimpinan Menteri Luar Negeri Sugiono (TN 5) sebagai Ketua, dan Mensesneg Prasetyo Hadi (TN 6) selaku Wakil Ketua.
Kebijakan beasiswa penuh ini diumumkan Sugiono pada saat perayaan HUT ke-35 SMA Taruna Nusantara pada Senin 14 Juli 2025 lalu. "SMA Taruna Nusantara di ulang tahun yang ke-35 kembali membeasiswakan seluruh siswanya. Mulai sekarang SMA Taruna Nusantara kembali berbeasiswa penuh," ujar Sugiono saat itu.
Kebijakan ini tentu tak lepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto, yang sangat menaruh perhatian serius pada SMA Taruna Nusantara. Sebab, Prabowo merupakan konseptor SMA Taruna Nusantara saat masih berpangkat Mayor Inf Kopassus (tahun 1985).


















