Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan Fitur Anti Spam dan Anti Scam untuk melindungi pelanggan dari kejahatan digital. Foto : Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam diluncurkan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) pada Agustus 2025 mampu melindungi sekitar 11,5 juta pelanggan provider ini setiap bulan dari berbagai kejahatan digital merugikan masyarakat.
Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Khazmi mengungkapkan, teknologi dirancang untuk membantu pelanggan dari berbagai usia agar dapat menjelajahi dunia digital dengan lebih percaya diri.
"Dengan konektivitas andal, produk terjangkau, dan perlindungan yang kuat, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia," kata dia, Sabtu (29/11/2025).
Inovasi ini, kata dia, menjadi bagian dari perjalanan AIvolusi5G Indosat, sebuah sinergi antara kecanggihan AI dan jaringan 5G, dirancang untuk menciptakan pengalaman digital aman, inklusif dan memberdayakan. Sistem ini mampu menyaring panggilan dan pesan mencurigakan tanpa memerlukan aplikasi tambahan atau perangkat khusus karena bekerja secara otomatis di tingkat jaringan.
"Urgensi akan perlindungan digital juga ditekankan oleh laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025 dirilis pada akhir Agustus 2025. Laporan tersebut mencatat 66 persen orang dewasa di Indonesia mengalami upaya penipuan dalam setahun terakhir, dengan 14 persen di antaranya kehilangan uang dengan total kerugian mencapai Rp49 Triliun atau setara USD3,3 miliar," kata dia.
Dia melanjutkan, sebagian besar penipuan terjadi melalui platform pesan langsung (direct-message). Meliputi pesan instan (instant-messaging) dan SMS. Selain dampak finansial, 51 persen orang yang menjadi korban penipuan menyatakan mengalami stres akibat hal tersebut.
Berdasarkan data internal, lebih dari 290 juta panggilan spam telah teridentifikasi pada jaringan VoLTE. Jika diekstrapolasi ke seluruh pelanggan, semenjak 2,5 bulan sejak fitur Anti-Spam dan Anti-Scam diluncurkan, telah terdapat lebih dari 500 juta SMS dan panggilan scam/spam yang diidentifikasi. Selain itu, lebih dari 145 juta pesan spam dan scam telah ditandai, termasuk juga diantaranya 110 juta pesan penipuan (fraudulent).
Meski sistem ini belum sepenuhnya memblokir panggilan atau pesan berbahaya, perannya sebagai sistem pengingat awal terbukti efektif dalam mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan kewaspadaan digital masyarakat. Pelanggan menerima peringatan dini sebelum sempat menjadi korban, sehingga dapat mengambil tindakan pencegahan secara tepat.
Indosat meyakini bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi digital. Berpegang pada prinsip Zero Trust, tidak langsung percaya dan selalu melakukan verifikasi, prinsip ini menjadi fondasi pendekatan Indosat dalam memperkenalkan fitur ini, agar masyarakat lebih waspada terhadap pesan, tautan, dan panggilan mencurigakan," kata dia.
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, dibangun di atas teknologi AIvolusi5G Indosat, memberikan perlindungan menyeluruh tanpa mengharuskan pelanggan memiliki perangkat premium atau menginstal aplikasi tambahan. Melalui IM3, perlindungan ini tersedia dengan nama SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam), terdiri dari dua jenis SATSPAM BASIC, otomatis aktif untuk semua pengguna prabayar IM3 dengan paket data aktif dan SATSPAM+, menawarkan perlindungan lebih canggih dengan kemampuan mendeteksi tautan berbahaya.
Sementara itu, untuk pelanggan Tri, fitur serupa yakni TRI AI AntiSpam/Scam hadir melalui deteksi visual tiga kode warna: toska untuk Nomor Aman, kuning untuk Nomor Tidak Dikenal, dan merah untuk Nomor Berisiko. Selain itu, pelanggan IM3 dan Tri juga dapat mengakses fitur perlindungan Plus+ melalui aplikasi myIM3 dan bima+.
Fitur Plus+ ini aktif otomatis bagi pelanggan dengan paket data aktif, memberikan peringatan melalui notifikasi telepon dan SMS untuk nomor yang ditandai sebagai mencurigakan atau berpotensi merugikan. Fitur ini juga menyajikan peringatan SMS yang lebih jelas, pop-up notifikasi dengan kode warna, dan ringkasan panggilan dapat diakses melalui aplikasi tersebut.
"Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia," terang dia.