Pemalsuan Barcode Terbongkar, BPH Migas Siapkan Sistem QR Code Baru
Thomas Pulungan
MAKASSAR, (ERAKINI) – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan memperbarui sistem kode Quick Response (QR Code) untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi instansi dan perusahaan swasta. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas terungkapnya kasus penyelundupan dan penyalahgunaan BBM subsidi yang memanfaatkan barcode palsu.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan sistem QR Code yang saat ini bersifat statis akan diubah menjadi dinamis guna menutup celah penyalahgunaan.
"QR Code ini sekarang masih statis, nanti akan dibuat dinamis. Dengan sistem dinamis, tidak ada lagi potensi pemalsuan atau duplikasi yang dikembangkan pihak tertentu dengan memanfaatkan teknologi AI (Artificial Intelligence)," kata Wahyudi di Pelabuhan Peti Kemas Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip dari Antara, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, perkembangan teknologi kecerdasan buatan memungkinkan pihak tertentu meniru identitas kendaraan hanya melalui foto. Data tersebut kemudian digunakan untuk membuat pelat nomor hingga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu yang menyerupai dokumen asli dan didaftarkan ke aplikasi MyPertamina.
"Nanti ada PIN dan sistem keamanan lainnya sehingga tidak bisa disalahgunakan," ujarnya menanggapi maraknya penyalahgunaan QR Code untuk pembelian BBM subsidi di SPBU.


















