Dosen dan mahasiswa FIA UI menyambangi SMA di Jakarta untuk mengasah literasi investasi dan mendorong siswa lebih cerdas mengelola uang jajan. Foto: Dok FIA UI
JAKARTA, (ERAKINI) – Tingkat literasi keuanganGenerasi Z di Indonesia tergolong masih rendah. Untuk itu, dosen dan mahasiswa menyambangi SMA di Jakarta untuk mengasah literasi dan mendorong siswa lebih cerdas mengelola .
Program edukasi ini berlangsung di dua SMA terbaik Jakarta, yaitu SMA Negeri 8 dan SMA Negeri 3. Program ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dosen Program Studi Ilmu Administrasi Niaga Universitas Indonesia (FIA UI) yang tergabung dalam Klaster Riset Entrepreneurial Finance and Sustainable Business (EFSB), serta mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi Inklusi Keuangan (KSIK).
Kegiatan ini menyasar siswa kelas 10, 11, dan 12 sebagai representasi Generasi Z. Tujuannya, mendorong pemahaman dan kebiasaan perencanaan keuangan sejak dini, termasuk menyisihkan uang jajan untuk investasi, memahami risiko dan imbal hasil (risk-return), serta membangun kemampuan mengambil keputusan investasi yang bijak.
Ketua Tim Pengabdi Dr Umanto, M.Si menjelaskan bahwa edukasi finansial bagi remaja sangat penting. Mengacu pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat literasi finansial kelompok usia 15–17 tahun hanya tercatat 51,68%, di bawah rata-rata nasional sebesar 66,46%.
"Angka ini menunjukkan perlunya upaya bersama dalam menumbuhkan literasi keuangan generasi muda, terutama terkait perencanaan investasi," ujar Umanto.
Anggota klaster riset EFSB, Novita Ikasari, Ph.D, menambahkan bahwa masa SMA merupakan fase golden age bagi pendidikan finansial. "Hasil-hasil penelitian sebelumnya menunjukkan golden age untuk pendidikan literasi keuangan yaitu usia siswa SMA yang akan melakukan transisi dari pelajar menjadi mahasiswa," jelasny.
Sementara itu, Ketua KSIK FIA UI, Alharis Raihan, menekankan pentingnya kemampuan mengelola keuangan sejak dini.
"Sebagai generasi penerus, sangat penting bagi siswa untuk memahami konsep dasar tentang investasi. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan yang lebih stabil secara finansial,” katanya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas interaktif melalui sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan studi kasus (case study). Melalui case study, para siswa lebih memahami bagaimana investasi dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang.
Siswa juga mendapatkan wawasan tentang berbagai instrumen investasi yang dapat mereka mulai pelajari dan manfaatkan di masa depan.
Ke depan, FIA UI, EFSB, dan mahasiswa yang tergabung dalam KSIK, memastikan untuk terus memajukan pengetahuan praktis di bidang keuangan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang merupakan calon pemimpin masa depan.