Mendes PDT Yandri Susanto saat peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2025 di Lapangan Kantor Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu. Foto: Tangkapan Layar YouTube
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak semua pihak untuk menjadikan Hari Desa yang diperingati setiap 15 Januari, sebagai momentum membangun semangat mewujudkan swasembada pangan.
Mendes PDT mengimbau agar dana desa minimal 20 persen untuk ketahanan pangan, dapat dimaksimalkan oleh setiap kepala desa (kades). Penggunaan dana desa itu sudah diatur dalam Pasal 7 ayat (4) Peraturan Menteri (Permen) Desa dan PDT Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional Atas Fokus Penggunaan Dana Desa 2025. Dalam Permen itu diamanatkan penggunaan dana desa sekurang-kurangnya 20 persen untuk ketahanan pangan demi mewujudkan .
"Kementerian Desa sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Desa Nomor 2 Tahun 2024 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Ini penting untuk kepala desa, dan mohon dukungan para kepala daerah, sekurang-kurangnya 20 persen dari dana desa dialokasikan untuk mendukung ketahanan pangan," ujar Mendes PDT dikutip dari keterangan resmi Kemendes PDT.
Yandri pun mengingatkan anggaran dana desa tersebut jangan sampai disalahgunakan. Sebab setiap pemakaian dana desa akan diaudit dan dimintai pertanggungjawaban.
Hal ini disampaikan Mendes PDT saat melakukan penanaman benih jagung di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, bertepatan dengan peringatan Hari Desa 2025, Rabu (15/1/2025). Penanaman jagung ini merupakan rangkaian dari Pelaksanaan Festival Bangun Desa dalam memperingati Hari Desa yang pertama. Diketahui, Hari Desa ditetapkan oleh Presiden Ketujuh RI Joko Widodo pada 2024 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 23 Tahun 2024.
Dalam kesempatan itu, Mendes Yandri juga mengatakan bahwa jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang tidak akan diimpor lagi tahun 2025. "Maka, semua harus bergerak ke arah yang sama yaitu menuntaskan swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto," katanya.
Yandri mengungkapkan bahwa lahan-lahan untuk pertanian masih tersedia di desa. Oleh karena itu, dia berharap tidak ada lagi lahan yang tidak terpakai. Mendes mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mengelola lahan tersebut dengan maksimal melalui skema pinjam pakai atau tidak ada biaya.
Dalam kesempatan terpisah, Mendes PDT juga mengajak seluruh lapisan pemerintah daerah yang berada dalam koordinasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, untuk ikut menyukseskan program strategis pembangunan desa.
Menurut Yandri, Kemendagri merupakan mitra strategis Kemendes, khususnya dalam mengkonsolidasikan kepala daerah untuk mendorong kemajuan pembangunan desa, seperti melalui lomba Bangun Desa, Bangun Indonesia.
"Kami mohon Pak Mendagri, kita kuatkan kerja sama ini sehingga partisipasi jajaran Kemendagri, dari atas sampai bupati, gubernur, kemudian camat, kepala desa, dinas PMD itu menyukseskan festival bangun desa ini," ujarnya saat memberi sambutan dalam acara peringatan Hari Desa Nasional 2025 di Lapangan Kantor Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Kemendagri.
Menurut dia, Ketahanan pangan merupakan salah satu hal yang bernilai penting untuk diwujudkan, karena menyangkut kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia adalah pangan.
Pangan, lanjut dia, juga mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Jika ketersediaan pangan lebih kecil dibandingkan kebutuhan, maka dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat terjadi jika ketahanan pangan terganggu.