Haji Isam saat ini masuk dalam kelompok Crazy Rich atau orang dengan kekayaan berlimpah di Kalimantan Selatan. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Nama Haji Isam kembali jadi sorotan setelah fotonya saat membeli pesawat seharga Rp1,5 triliun mengenakan kaus oblong, viral di media sosial. Publik semakin penasaran sumber harta kekayaan pemilik nama asli Andi Syamsuddin Arsya itu.
Haji Isam saat ini masuk dalam kelompok Crazy Rich atau orang dengan kekayaan berlimpah di Kalimantan Selatan. Tapi, kekayaan yang dimiliki tersebut bukanlah warisan orang tua, atau ketiban harta karun.
Haji Isam membangun usaha benar-benar dari nol. Berkat kerja keras, Haji Isam kini memiliki puluhan perusahaan yang bernaung di bawah bendera Jhonlin Group.
Mengutip laman jhonlinagro.com,Jhonlin Group merupakan induk perusahaan dari beberapa unit usaha di berbagai bidang, seperti pertambangan, jasa pelabuhan, jasa transportasi udara, bongkar muat di laut lepas, agro bisnis, jasa keamanan, hingga infrastruktur dan manufaktur.
Haji Isam saat ini disebut memiliki total 60 perusahaan. Melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk, Haji Isam meraup kekayaan di sektor perkebunan kelapa sawit, dan pengolahan minyak. Sementara di sektor transportasi, Haji Isam menggerakan bisnis lewat Johnlin Baratama, Johnlin Marine Shipping, Johnlin Air Transport, dan PT Ehsan Agro Sentosa Group.
Haji Isam juga memiliki tim balap yaitu Jhonlin Racing Team. Haji Isam menginvestasikan mobil hingga mesin bengkel canggih untuk timnya bernilai miliaran rupiah.
Sejauh ini harta kekayaanHaji Isam belum pernah terpublish. Namun, aset Haji Isam ditaksir sudah mencapai triliunan rupiah. Melalui perusahaan-perusahaan tersebut, Haji Isam dapat mengeruk hingga 400 ribu ton batubara dengan omzet mencapai Rp 40 miliar per bulan.
Haji Isam merupakan putra Batulicin kelahiran 1 Januari 1977. Akan tetapi, keluarga besar Haji Isam berasal dari sebuah desa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dihuni etnis Bugis.
Sebelum di posisi sekarang, Haji Isam telah melalui lika- iku pahitnya kehidupan. Diolah dari berbagai sumber, Haji Isam dulunya seorang buruh serabutan. Ia pernah bekerja sebagai sopir truk pengangkut kayu, operator alat berat, sampai tukang ojek.
Titik balik kehidupannya dimulai pada tahun 2011. Ketika itu Haji Isam bertemu dengan Johan Maulana, seorang penambang batubara Kalimantan. Dari situ Haji Isam belajar bisnis batubara.
Perlahan tapi pasti, Haji Isam mulai mendapatkan cuan dari bisnis batubara. Ia kemudian mendirikan perusahaan kecil hasil dimodali oleh Johan Maulana.
Ketika itu perusahaannya mendapatkan klien pertama, yakni PT Arutmin Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk milik keluarga Bakrie. Sejak itu perusahaan Haji Isam terus kedatangan banyak klien.
Pamor Haji Isam pun terus menanjak. Jaringan bisnisnya pun terus melebar. Pada tahun 2003 Haji Isam berkolaborasi dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo untuk mendirikan PT Kodeco Timber, perusahaan yang memegang Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hak Pengusahaan Hutan (HPH).
Pada 4 Agustus 2022, Haji Isam mencatatkan sejarah bagi Jhonlin Grup. Salah satu anak perusahaannya mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk.
Jhonlin Agro Raya mencatatkan 8 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebesar 6,77 miliar saham dan penawaran umum saham 1,22 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
IPO Jhonlin Agro Raya sempat menyita perhatian, lantaran di profil perusahaan, Komisaris Utama tercatat masih sangat muda,.yakni 21 tahun. Anak muda tersebut bernama Jhony Saputra, lulusan SMA Al Azhar Jakarta Selatan pada 2018. Tapi Jhony Saputra bukan sosok sembarangan. Dia ternyata putra dari Haji Isam.