Microsoft Down, 4.400 Penerbangan Dibatalkan dan 39.700 Ditunda
Thomas Pulungan
HOUSTON, (ERAKINI) - Pemadaman global teknologi informasi yang dimulai pada Jumat telah menimbulkan gangguan serius di berbagai sektor seluruh dunia, termasuk penerbangan. Menurut FlightAware, 4.400 penerbangan dibatalkan dan lebih dari 39.700 lainnya ditunda akibat gangguan ini.
FlightAware, sebuah perusahaan pemantau penerbangan Amerika, melaporkan bahwa pada Jumat (19/7) pukul 23.00 GMT atau Sabtu pukul 06.00 WIB, jumlah penerbangan yang terdampak telah mencapai 4.400.
Sebelumnya, pada pagi hari, mereka mencatat lebih dari 3.200 penerbangan yang dibatalkan dan minimal 29.300 penerbangan yang ditunda di berbagai belahan dunia.
Gangguan ini disebabkan oleh pembaruan aplikasi keamanan siber Falcon Sensor dari perusahaan teknologi Amerika Serikat, CrowdStrike.
Perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa pembaruan ini menyebabkan server dan komputer mengalami reboot berulang-ulang, mengganggu fungsi sistem operasi Microsoft Windows yang digunakan secara luas di seluruh dunia.
Diketahui, Microsoft down (gangguan akses) pada Jumat (18/7/2024). Microsoft menyatakan banyak layanan sudah mulai pulih, tetapi proses stabilisasi masih berlangsung.
Akibat dari gangguan ini tidak hanya terasa di sektor penerbangan, tetapi juga di sektor layanan kesehatan, keuangan, dan komunikasi di berbagai negara. Rumah sakit di Jerman, bandara di Australia, serta layanan darurat di Alaska dilaporkan mengalami kesulitan akibat pemadaman ini.
Kerusakan ini juga memengaruhi operasi terminal kontainer dan layanan bank di Israel, serta menyebabkan gangguan siaran di Sky News di Inggris. Di Korea Selatan, gangguan ini mempengaruhi semua komputer yang menggunakan sistem operasi Windows pada jendela waktu tertentu.

















