Booth Pondok Pesantren Edi Mancoro di Trans Studio Mall Bandung. Foto: Erakini
BANDUNG, (ERAKINI) - Puluhan pesantren meramaikan Expo Kemandirian Pesantren 2024, di Trans Studio Mall Bandung, Jawa Barat. Salah satu pesertanya adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Edi Mancoro, Semarang, Jawa Tengah.
Expo Kemandirian Pesantren merupakan rangkaian menyambut Hari Santri 2024 yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) mulai 8-12 Oktober 2024. Pemeran bisnis pesantren ini diikuti 51 pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Pameran produk-produk unggulan pesantren ini merupakan hasil dari program bantuan inkubasi bisnis pesantren yang telah menjadi program prioritas Kemenag. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi pesantren-pesantren di Indonesia.
Ponpes Edi Mancoro merupakan salah satu kisah sukses program dari Kemandirian Pesantren. Melalui unit usahanya Djitoe Printing, Pondok Pesantren Edi Mancoro telah membuktikan mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan pasar di era kemajuan teknologi.
Djitoe Printing yang melayani usaha percetakan, offset, dan digital printing telah mampu merambah pasar ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. "Pasar kita sudah sampai Lombok, Kalimantan, hingga Amsterdam Belanda," ujar Muarif Azhar, pegawai Djitoe Printing, saat ditemui di booth Pondok Pesantren Edi Mancoro, Trans Studio Mall Bandung.
Muarif mengatakan bahwa keberhasilan Pondok Pesantren Edi Mancoro menembus pasar hingga luar negeri adalah berkat konsistensi menjaga kualitas produk.
Saat ini Djitoe Printing melayani berbagai jenis percetakan, mulai dari banner, stiker, brosur, ID card, plakat, print kaus, jerset, hingga jaket.
Dalam menjaga kualitas prodok, pihaknya sangat ketat melakukan kontrol, mulai dari pembuatan desain hingga produksi, sudah ada standar yang ditetapkan.
"Kami juga punya yang namanya variasi bahan, bisa menyesuaiakan dengan permintaan konsumen. Kalau konsumen minta bahan premium misalnya, kita juga tersedia. Jadi variasi bahan banyak, kita sesuaikan dengan keinginan konsumen," ucapnya.
Strategi lainnya adalah memanfaatkan jejaring dan media sosial, seperti Instagram dan TikTok. Pondok Pesantren Edi Mancoro juga mengembangkan pasar melalui reseller. Salah satu reseller yang cukup besar saat ini adalah di Amsterdam.
Dalam kegiatan produksi, Pondok Pesantren Edi Mancoro melibatkan para santri dan dibantu warga sekitar. Saat ini Djitoe Printing sudah mampu memproduksi ribuan produk per bulan. Para santri yang terlibat dalam unit usaha ini terlebih dahulu mendapat bimbingan dari Pengasuh Ponpes Edi Mancoro KH Muhamad Hanif.
Muarif menilai, konsep Kemandirian Pesantren yang dicanangkan Kemenag sangat bagus. Sebab, pesantren memang memiliki banyak bidang dan potensi usaha yang bisa dikembangkan.
"Kalau di pesantren kami kan di bidang percetakan, advertising, ilmunya tentu banyak sekali yang bisa dikembangkan. Output produknya juga banyak sekali. Pertama, dari soft skill santri dibekali dengan kemampuan desain grafis. Kemudian dari desain grafis turunannya banyak, dia bisa bermain di digital marketing, melalui media sosial," bebernya.
Menurut dia, Kemandirian Pesantren benar-benar dapat diwujudkan di pesantren. Hal ini sangat penting bagi santri sebagai bekal mereka setelah lulus.
"Perkembangan teknologi sangat pesat sekali, mestinya para santri sudah mulai melihat itu, bukan hanya giat di media sosial tapi aksinya di lapangan. Artinya, dari kemajuan teknologi kita bisa berkontribusi di bidang apa, banyak, mau di kulinernya, tekstilnya, kerajinannya, percetakannya, dan sebagainya," ucap alumni Pondok Pesantren Edi Mancoro ini.
"Jadi Kemandirian Pesantren betul-betul menggembleng santri menciptakan peluang di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin pesat ini. Ketika di pesantren, santri tidak hanya mengaji kitab, juga bisa mengaji dalam artian ranah kehidupan sebenarnya, seperti bagaimana susahnya mencari uang. Nilai-nilai yang lain juga bisa didapatkan," tambahnya.
Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Mastuki, sebelumnya mengatakan sangat optimistis bisnis-bisnis pesantren bakal menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia. Hal ini melihat progres Program Kemandirian Pesantren yang dicanangkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sejak 2021 lalu.
"Saya yakin dan optimistis, tidak perlu lama lagi pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, akan menjadi potensi yang aktual bagi penguatan ekonomi. Bukan hanya bagi ekonomi pesantren, tapi juga ekonomi Indonesia, " ujar Mastuki saat membuka soft launching Expo Kemandirian Pesantren, di Trans Studio Mall Bandung, Selasa (8/10/2024).
Mastuki menjelaskan, Kemandirian Pesantren merupakan program besar yang dicanangkan Kemenag sejak 2021 melalui bantuan inkubasi bisnis pesantren. Program Kemandirian Pesantren berbasis pada penguatan ekonomi, sehingga setiap pesantren diharapkan mampu mandiri, sebagaimana diinginkan Menag Gus Yaqut saat meluncurkan program ini pada tahun 2021 lalu.