Puluhan pesantren dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Expo Kemandirian Pesantren 2024, di Trans Studio Mall Bandung. Kegiatan ini digelar Kemenag dalam menyambut Hari Santri 2024. Foto: Erakini/Thomas Pulungan
Pemeran bisnis pesantren ini diikuti 51 pondok pesantren yang menampilkan berbagai produk usaha mereka. Pameran produk-produk unggulan pesantren ini merupakan hasil dari program bantuan inkubasi bisnis pesantren yang telah menjadi program prioritas Kemenag. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi pesantren-pesantren di Indonesia.
Pantauan Erakini, Selasa (8/10/2024), sebagian besar para peserta hari ini sudah hadir dan terus mempersiapkan booth dan produk-produk unggulan unit usaha pesantren masing-masing. Produk tersebut mulai dari kerajinan tangan, oleh-oleh khas daerah, kuliner, hingga produk tekstil.
Pameran ini akan berlangsung hingga 12 Oktober 2024. Selain pameran produk-produk usaha 50 pesantren se-Indonesia, Expo Kemandirian Pesantren 2024 juga menghadirkan talk show, stand up comedy, band performance, lomba branding usaha, dan lomba inovasi bisnis.
Expo Produk Pesantren ini merupakan bagian dari peringatan Hari Santri 2024 yang digelar Kemenag di berbagai daerah. Hari yang diperingati setiap 22 Oktober ini bukan sekadar hari untuk merayakan identitas sebagai santri, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan kontribusi santri dalam sejarah bangsa Indonesia.
Peringatan Hari Santri 2024 mengusung tema "Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”. Tema ini menegaskan bahwa santri masa kini memiliki tugas untuk meneruskan perjuangan para pendahulu yang telah berjuang tanpa kenal lelah demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa.
Dalam konteks ini, melanjutkan juang bukan hanya berarti mengenang, tetapi juga beraksi dengan semangat yang sama dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Sebagai penerus perjuangan, santri masa kini dihadapkan pada tanggung jawab untuk tidak hanya menjaga warisan nilai-nilai luhur, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, Kemenag berusaha membangkitkan kesadaran kolektif tentang pentingnya peran santri. Kemenag juga ingin menampilkan kepada masyarakat betapa santri tidak hanya belajar di pesantren, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.