Dyah Roro Esti Widya Putri, salah satu politisi muda perempuan yang bakal menjabat wakil menteri Kabinet Prabowo-Gibran. Foto: Dok dyahroroesti.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Dyah Roro Esti Widya Putri adalah salah satu calon wakil menteri (wamen) yang dipanggil Presiden Terpilih Prabowo Subianto ke kediamannya di Kertanegara, Selasa (15/10/2024), dan juga pembekalan di Hambalang, Bogor, hari ini. Dyah Roro mengaku bakal mengurusi bidang ekonomi.
“Intinya bidang ini, sektor ini berkontribusi cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita. Mudah-mudahan ke depannya kita bisa mencapai, kalau Bapak Prabowo kan (target pertumbuhan ekonomi) 8 persen, ya semoga ini jadi tujuan utama,” ujar wanita yang selalu tampil berkerudung ini, seusai bertemu Prabowo.
Lantas siapa sosok Dyah Roro Esti ini? Mengutip laman dyahroroesti, Kamis (17/10/2024), Dyah Roro merupakan penerima beasiswa penuh LPDP PK-41 dari Kementerian Keuangan. Ia memegang gelar MSc dalam Teknologi Lingkungan dengan fokus dalam Manajemen Polusi, dari Imperial College London. Dia juga memegang gelar Sarjana Ekonomi dan Sosiologi dari Universitas Manchester.
Setelah menyelesaikan studi sarjananya, Esti, sapaan akrabnya, menyelesaikan kursus tingkat pascasarjana dari Universitas Harvard. Esti total telah tinggal di lima negara sepanjang hidupnya, meliputi Amerika Serikat, Inggris, Cina, Vietnam, dan Indonesia.
Pengalaman internasional ini telah membentuknya menjadi warga dunia, dan keingintahuannya akan dunia membawanya untuk mengambil bagian dalam debat Model United Nations selama di universitas.
Latar belakang sebagai keturunan WNI, mendorongnya untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan kesadaran budaya Indonesia, di mana pun berada. Ia bahkan pernah tampil sebagai tokoh utama di sebuah musikal berjudul “Bawang Merah dan Bawang Putih: The Untold Story”, yang diselenggarakan oleh Indonesian Society di Imperial College London. Duta Besar Indonesia untuk Inggris adalah peserta reguler untuk acara-acara ini.
Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam konferensi-konferensi yang dipimpin Indonesia di sekitar Inggris (diselenggarakan oleh Universitas Oxford dan Universitas Warwick), yang mencakup berbagai debat tematik, yang sebagian besar berkisar seputar Perubahan Iklim dan Pembangunan Hijau.
Pengalaman-pengalaman ini, bersama dengan waktunya di Imperial College, telah menginspirasinya untuk membuat dampak lebih lanjut pada kebijakan lingkungan dan transisi keseluruhan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Esti mendirikan Institut Energi dan Lingkungan Indonesia (IE2I), sebuah LSM yang berbasis di Jakarta, Indonesia. LSM ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran tentang pemanasan global dan konsekuensi negatif dari perubahan iklim.
Dirangkum dari berbagai sumber lainnya, Esti lahir 25 Mei 1993. Ia kini aktif sebagai politikus muda Partai Golkar dan menjabat Wakil Bendahara Umum DPP. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Jawa Timur X, meliputi Kabupaten Gresik dan Lamongan. Di DPR ia duduk di Komisi VII yang membidangi Energi, Riset dan Teknologi, serta Industri.
Esti merupakan putri dari Satya Widya Yudha, seorang politikus yang juga pengusaha. Ia memiliki saudara tunggal, yakni Satya Hangga Yudha Widya Putra, yang menjabat sebagai Presiden Ikatan Alumni Universitas Negeri Michigan dan salah satu pendiri Institut Energi dan Lingkungan Hidup Indonesia.
Riwayat Pendidikan:
Marshall Road Elementary Vienna, Virginia
Dwight School London
Global Jaya School
Beijing International School
Ho Chi Minh City International School
Jakarta International School
University of Manchester
Postgraduate Courses, Harvard University
Postgraduate Diploma, University of Manchester Imperial College London
Professional Development Parliamentary Governmen, McGill University, Canada.