Kisah John LBF mualaf atau masuk Islam sangat menarik. Ia memutuskan pindah agama dari Kristen ke Islam tahun 2019 saat kondisi terpuruk. Foto: Ist/TikTok
JAKARTA, (ERAKINI) - Kisah John LBFmualaf atau masuk Islam sangat menarik. Ia memutuskan pindah agama dari Kristen ke Islam tahun 2019 saat kondisi terpuruk.
Sosok John LBF cukup dikenal publik karena kerap tampil di berbagai platform media sosial. Kisah suksesnya sangat menginispirasi banyak orang.
Dilansir dari kanal YouTube Fans Jhon LBF, pria yang tahun ini berusia 39 tahun memutuskan masuk Islam pada Oktober 2019 lalu. Jhon LBF merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Kedua saudara perempuannya yakni kakak dan adiknya, juga telah menjadi mualaf. Namun, kedua orang tuanya masih menganut agama Kristen.
Kisah Jhon LBF tergolong cukup tragis hingga akhirnya bisa bangkit setelah mendapat hidayah masuk Islam. Jhon LBF sejak kecil memang tumbuh di lingkungan Islam. Pria kelahiran Semarang, Mei 1985 ini masa kecil tinggal di Pondok Raden Latah.
Pondok ini berada di wilayah Sayung, perbatasan antara Semarang dan Demak, yang dikenal sebagai kota santri. Tak salah bila John LBF banyak berteman dan bergaul dengan santri. "Memang dari masa kecil saya itu bergaul ya sama mayoritas teman-teman muslim," ungkap John LBF.
Ia sudah melihat ajaran Islam hampir setiap harinya. Dari situ pula ia mengetahui tingginya toleransi beragama di umat Islam. "Dari kecil Islam itu bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan saya. Sering juga saya terawih padahal saya non muslim," katanya.
Setelah dewasa, John LBF memilih merantau ke Jakarta. Namun, hidup di Ibu Kota justru membuat John LBF kehilangan jati diri dan hilang arah.
"Saya berhijrah dari Semarang ke Jakarta tahun 2007. Sampai di Jakarta saya kayak kehilangan arah. Tidak melakukan sebagaimana mestinya dengan agama yang saya anut dulu, sampai di titik ketika saya benar-benar melihat kehidupan sudah kayak frustasi," bebernya.
Puncakanya, pada tahun 2019 ibunya jatuh sakit. Ia pun harus memutar otak untuk mendapatkan uang, termasuk berusaha pinjam sana-sini, tetapi tidak berhasil. Di saat dia mulai frustasi tiba-tiba ada semacam bisikin agar memasrahkan diri kepada sang Pencipta.
"Saya betul-betul butuh uang untuk ibu saya berobat, sudah enggak ada daya, kekosongan dan hati saya tiba-tiba ada bisikan, 'udah lah lu serahin deh hidup lu ke Saya sebagai Pencipta mu, berserah penuh," ungkap John.
John kemudian mulai belajar dan berkonsultasi dengan teman-teman yang beragama Islam, termasuk dengan calon mertuanya. Hingga akhirnya ia benar-benar mendapat hidayah dari Allah untuk menjadi seorang mualaf.
John memutuskan mualaf pada Oktober 2019 yang dituntun oleh Kiai Haji Al Bukhori. "Waktu itu mualaf di hadapan 300 santri. Nama saya jadi Muhammad Henry Kurnia Adi, karena pas maulid," kenang John LBF.
Perjalanan spiritual ini menjadi pembelajaran sangat berharga bagi John LBF, untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya. Keputusan menjadi seorang mualaf benar-benar menjadi titik balik kehidupannya.
"Karena Pak Ustaz waktu itu kasih tahu, kalau kamu mau jadi orang sukses dunia akhirat hablum minannas hablum minallah.Man jadda wajada, siapa yang sungguh-sungguh akan berhasil. Kun fayakun, kalau Allah sudah berkehendak tidak ada manusia yang bisa membatalkan, itu aja pedoman saya,” katanya.
Pedoman itu pula yang menjadikan Jhon kini menjadi pria sukses dan kaya raya. Ia banyak melibatkan agama dalam kehidupan dan pekerjaannya. Pemilik nama asli Henry Kurniadi Sutikno yang awalnya bukan siapa-siapa kini menjadi seorang miliarder.
Dalam perjalanan hidupnya, ia pernah dipecat dari pekerjaannya karena main judi, sehingga jadi pengangguran. Kejadian yang dialaminya saat sang ibunya jatuh sakit membuat dirinya bertekad kembali menghasilkan uang dengan caranya sendiri.
Ia lalu meminta kepada temannya untuk dipertemukan dengan perempuan yang akan menemaninya. Alasannya, ia akan lebih fokus dan rajin ketika ada sosok perempuan yang menemaninya.
Singkat cerita ia akhirnya bertemu dengan seorang janda beranak satu. Sang janda lah kemudian membantunya mencari pekerjaan. Tak butuh lama, John mulai meniti kesuksesan pada tahun 2019 dan 2020.
Saat ini dia telah memiliki empat perusahaan dengan ratusan karyawan. Keempat perusahannya itu, yakni Hive Five, Jhontraktor, Jhonskin, dan Jhontaiment. Kebanyakan dia memperkerjakan karyawan yang berasal dari anak-anak muda dengan gaji bervariasi antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.