Mantan Menteri era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Ignasius Jonan (Foto: Sekretariat Presiden)
JAKARTA, (ERAKINI) - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT SOHO Global Health Tbk menyepakati sejumlah langkah strategis yang dinilai mengubah arah bisnis perseroan. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah pengangkatan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Perhubungan (Menhub) RI era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, , sebagai sekaligus Komisaris Independen.
Masuknya Jonan, yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam restrukturisasi dan penguatan tata kelola di sektor transportasi dan infrastruktur, dipandang sebagai sinyal penguatan praktik good corporate governance (GCG) di tubuh perseroan.
Pasar kerap menilai positif kehadiran figur dengan rekam jejak pengawasan operasional yang kuat. Dalam konteks SOHO, keahlian tersebut diharapkan mampu mengawal efisiensi rantai pasok serta memastikan proses transisi menuju ekosistem digital berjalan tanpa membebani struktur biaya perusahaan.
Selain perubahan di jajaran komisaris, RUPS juga menyetujui perluasan kegiatan usaha anak perusahaan, PT Parit Padang Global (PPG). Selama ini, PPG beroperasi dengan model business-to-business (B2B) di sektor distribusi dan logistik farmasi.
Kini, perseroan menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup perdagangan elektronik (e-commerce), platform digital, hingga periklanan digital. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi ekspansi margin.
Bisnis distribusi konvensional umumnya memiliki margin tipis. Dengan masuk ke ekosistem digital dan model pendapatan berbasis biaya (fee-based income) serta monetisasi iklan, perseroan membidik potensi profitabilitas yang lebih tinggi. Meski demikian, transformasi dari perusahaan logistik tradisional menjadi platform digital membutuhkan investasi serta eksekusi yang terukur.
Di sisi hulu, perseroan melalui PT Soho Industri Pharmasi memperluas izin usaha untuk pemrosesan bahan baku obat tradisional serta fasilitas pergudangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi integrasi vertikal, yakni mengendalikan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
SOHO yang dikenal melalui produk suplemen seperti Imboost membutuhkan kepastian pasokan bahan baku, termasuk echinacea. Dengan mengelola pemrosesan dan penyimpanan secara mandiri, perusahaan dapat memitigasi fluktuasi harga bahan baku sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah tingginya permintaan suplemen kesehatan pascapandemi.
Transformasi bisnis dari farmasi konvensional menuju platform teknologi kesehatan (health-tech) dan logistik terintegrasi tentu membawa risiko eksekusi.
Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen menyelaraskan operasional logistik tradisional dengan dinamika industri teknologi.
Dari sisi fundamental, laporan keuangan kuartal III 2025 menunjukkan posisi kas dan setara kas perseroan mencapai Rp 917,24 miliar hingga akhir September 2025.
Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya. Selain itu, perseroan tercatat tidak memiliki utang bank berbunga dalam neraca. Fasilitas pinjaman yang tersedia juga belum digunakan.
Operasional perusahaan ditopang arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 98,56 miliar. Kondisi tersebut dinilai memberi ruang bagi SOHO untuk membiayai ekspansi digital secara organik tanpa tekanan utang maupun aksi korporasi yang berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham.
Ke depan, realisasi kinerja dan konsistensi pertumbuhan dalam laporan keuangan berikutnya akan menjadi indikator utama keberhasilan strategi transformasi yang tengah dijalankan perseroan.