Saham Jepang melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah pada Senin (9/2/2026) usai Sanae Takaichi meraih kemenangan bersejarah dalam pemilu dadakan yang berlangsung Minggu (8/2/2026). Foto: Getty Images via BBC
TOKYO, (ERAKINI) – Saham Jepang melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah pada Senin (9/2/2026). Rekor ini pecah setelah Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party/LDP) pimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi, meraih kemenangan bersejarah dalam pemilu dadakan yang berlangsung Minggu (8/2/2026).
LDP meraih 316 dari total 465 kursi, menandai pertama kalinya satu partai memenangkan mayoritas dua pertiga di majelis rendah sejak parlemen Jepang dibentuk dalam formatnya saat ini pada 1947. Partai Inovasi Jepang, mitra koalisi LDP, menang di 36 daerah pemilihan tambahan, sehingga total kursi gabungan koalisi mencapai 352.
Mandat telak tersebut menjadi taruhan yang berbuah manis bagi Takaichi. Namun, ia kini menghadapi tantangan besar untuk menghidupkan kembali ekonomi Jepang yang lesu dan mengatasi lonjakan biaya hidup.
Dilansir BBC, Indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 5% pada perdagangan awal hari ini, sempat menembus level 57.000 untuk pertama kalinya. Meski kemudian memangkas sebagian penguatan, indeks tetap ditutup naik 3,9% ke rekor tertinggi 56.363,94.
Kemenangan tegas LDP akan memudahkan Takaichi mendorong kebijakan pro-bisnis tanpa perlu banyak bernegosiasi dengan partai oposisi. Takaichi mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa ia akan menjalankan kebijakan fiskal yang “bertanggung jawab namun agresif” dan tidak akan melakukan perombakan kabinet, yang baru dibentuk kurang dari empat bulan lalu.
Perdana Menteri perempuan pertama Jepang itu mengumumkan pemilu dadakan bulan lalu, hanya beberapa bulan setelah menjabat pada Oktober. Keberhasilannya ini sangat kontras dengan dua pendahulunya, di bawah kepemimpinan mereka LDP kehilangan mayoritas parlemen, dilanda skandal korupsi, dan kesulitan menekan kenaikan biaya hidup.
Pengamat pasar menilai kebijakan Takaichi berpotensi mendongkrak ekonomi Jepang. "Hasil pemilu dan langkah lanjutan seperti stimulus, penyesuaian pajak, dan deregulasi akan menjadi bahan bakar tambahan bagi tren bull yang sudah ada,” kata analis investasi Yuka Marosek kepada BBC.
Kepala riset Daiwa Capital Markets Europe, Chris Scicluna, mengatakan investor saham Jepang “sejak lama percaya pada Takaichi”.
“Mereka yakin perusahaan-perusahaan Jepang akan diuntungkan dari janjinya mengakhiri pengetatan anggaran, mereka menyukai komitmennya meningkatkan investasi untuk mendorong pertumbuhan, dan mereka juga menyambut baik fokusnya pada sejumlah sektor strategis seperti pertahanan dan AI untuk mendapat dukungan kebijakan tambahan,” ujarnya kepada program Today BBC.
Namun, ia menambahkan bahwa investor obligasi pemerintah Jepang dan yen “jauh lebih netral, jika tidak malah skeptis,” terhadap niat Takaichi. “Utang pemerintah Jepang sangat tinggi dan investor obligasi serta yen ingin tahu bagaimana ia akan membiayai rencana-rencananya,” katanya.
Inflasi yang secara historis rendah di Jepang membuat negara itu sangat sensitif terhadap kenaikan biaya hidup dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam pemilu ini, para pemilih di tempat pemungutan suara mengatakan kepada BBC bahwa mereka khawatir dengan meningkatnya harga bahan pangan dan sewa.
Perekonomian juga tertekan oleh populasi yang menua, yang menyebabkan penyusutan angkatan kerja dan melonjaknya biaya perawatan sosial.
Takaichi berjanji memangkas pajak dan mendorong ekonomi Jepang melalui peningkatan belanja—meski sumber pendanaannya menjadi kekhawatiran besar mengingat tingginya utang pemerintah. Para kritikus memperingatkan langkah ini bisa memperdalam ketidakstabilan ekonomi Jepang yang sudah rapuh.
“Kami memikul tanggung jawab yang sangat berat untuk fokus merealisasikan secara bertahap janji-janji kampanye yang telah kami sampaikan,” kata Takaichi pada Minggu saat kemenangan partainya kian jelas, seperti dilaporkan Kyodo.
LDP sebelumnya kehilangan mayoritas parlemen di bawah pendahulu Takaichi, Shigeru Ishiba. Takaichi pun mengandalkan daya tarik pribadinya untuk membalikkan nasib LDP.
Ia mengonsolidasikan dukungan basis konservatif LDP dengan menghidupkan kembali tujuan lama seperti revisi konstitusi pasifis Jepang serta menekankan nilai-nilai tradisional.
Namun, ia juga berhasil menjangkau pemilih muda dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya: tas tangan dan pena merah mudanya menjadi simbol zeitgeist yang tak terduga.