Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak usai AS Kembali Gempur Iran
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Harga minyak dunia langsung melonjak lebih dari 3 persen pada Rabu (8/7/2026) setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran terganggunya pasokan energi global dan mengancam buyarnya gencatan senjata rapuh yang sebelumnya sempat menenangkan pasar.
Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan utama harga minyak internasional, berbalik naik setelah sebelumnya sempat turun hingga kembali ke level sebelum perang.
Kepala Riset Energi MST Financial, Saul Kavonic, memperkirakan harga minyak akan tetap tinggi selama situasi keamanan di Selat Hormuz belum membaik dan pelepasan cadangan minyak darurat mulai dihentikan.
"Iran tampaknya berniat memperkuat kendalinya atas Selat Hormuz dalam beberapa pekan ke depan. Langkah itu tidak dapat diterima oleh Amerika Serikat, negara-negara Teluk, maupun para konsumen energi dunia. Akibatnya, lalu lintas kapal melalui selat tersebut berpotensi bertahan di bawah 50 persen dari tingkat sebelum perang selama berbulan-bulan, dengan kemungkinan bentrokan yang terus berulang," kata Kavonic kepada Al Jazeera.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Gangguan terhadap arus kapal di kawasan ini berpotensi memengaruhi pasokan minyak global dan mendorong harga energi terus meningkat di pasar internasional.


















