Impor Indonesia Juli Mengganas, Neraca Perdagangan Ketar-ketir
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Pusat Stastik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juli 2024 mencapai USD21,74 miliar, naik 17,82 persen dibandingkan Juni 2024 atau naik 11,07 persen dibandingkan Juli 2023.
Sementara nilai ekspor Indonesia pada Juli 2024 tercatat mencapai USD22,21 miliar atau naik 6,55 persen dibanding ekspor Juni 2024. Dibanding Juli 2023, nilai ekspor naik sebesar 6,46 persen.
Dengan demikian, surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat semakin menipis. BPS mencatat surplus neraca perdagangan pada Juli 2024 hanya mencapai USD0,47 miliar, atau turun USD 1,92 miliar dari surplus bulan sebelumnya mencapai USD 2,39 miliar.
Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti mengatakan, impor migas Indonesia pada Juli 2024 tercatat senilai USD3,56 miliar, naik 8,78 persen dibandingkan Juni 2024 atau naik 13,59 persen dibandingkan Juli 2023.
Sedangkan impor nonmigas pada Juli 2024 senilai USD18,18 miliar, naik 19,76 persen dibandingkan Juni 2024 atau naik 10,60 persen dibandingkan Juli 2023.
"Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Juli 2024, mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mengalami peningkatan terbesar senilai USD555,4 juta (21,25 persen) dibandingkan Juni 2024. Sementara golongan instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis menjadi satu-satunya golongan barang utama nonmigas yang menurun USD58,7 juta (11,75 persen)," ujar Amalia, Kamis (15/8/2024).


















