JAKARTA, (ERAKINI) - Kinerja penjualan restoran cepat saji McDonald's di Amerika Serikat (AS) pada kuartal kedua 2026 menunjukkan perlambatan di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Perusahaan gagal memenuhi ekspektasi pertumbuhan penjualan di pasar domestiknya meski telah meluncurkan berbagai program promosi dan pemangkasan harga untuk menarik kembali pelanggan, terutama dari kalangan berpenghasilan rendah.
Berdasarkan data yang dihimpun LSEG, penjualan McDonald's di AS hanya tumbuh 0,8 persen pada kuartal kedua 2026. Angka tersebut berada di bawah proyeksi analis yang memperkirakan pertumbuhan mencapai 1,06 persen. Capaian itu juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika penjualan McDonald's masih mampu tumbuh 2,5 persen.
Jauh sebelum mendapat sorotan karena alami pelemahan penjualan, McDonald's dikenal dengan bisnisnya yang sukses karena berhasil masuk ke hampir seluruh negara di dunia. Dalam catatan sejarah pendiriannya, McDonald's merupakan salah satu jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia yang dikenal melalui menu andalannya seperti Big Mac dan kentang goreng.
Berawal dari sebuah gerai hamburger sederhana di California, Amerika Serikat, perusahaan ini berkembang menjadi merek global dengan puluhan ribu restoran di berbagai negara.
Pada 2024, McDonald's tercatat sebagai jaringan makanan cepat saji terbesar kedua di dunia berdasarkan jumlah gerai, setelah jaringan asal China, Mixue Ice Cream & Tea. Hingga kini, perusahaan tersebut mengoperasikan lebih dari 50.000 restoran di seluruh dunia, dengan sekitar seperempat lokasinya berada di Amerika Serikat.
Sosok Pendiri dan Awal Mendirikan Gerai Hamburger di California
McDonald's didirikan oleh dua bersaudara, Richard dan Maurice McDonald. Keduanya membuka restoran pertama mereka di 1398 North E Street, San Bernardino, California, pada 15 Mei 1940.
Awalnya, restoran tersebut beroperasi layaknya restoran drive-in pada umumnya. Namun, keduanya kemudian melakukan perubahan besar terhadap konsep bisnis mereka demi meningkatkan efisiensi pelayanan.
Pada 1948, Richard dan Maurice McDonald memperkenalkan Speedee Service System, sebuah sistem pelayanan yang kemudian menjadi cikal bakal konsep restoran cepat saji modern.
Melalui sistem tersebut, mereka menghilangkan layanan pelayan mobil, mengganti piring dan alat makan dengan kemasan kertas sekali pakai, serta memangkas menu menjadi hanya sembilan pilihan, yakni hamburger, cheeseburger, tiga varian minuman ringan, susu, kopi, keripik kentang, dan pai. Konsep ini memungkinkan makanan disajikan lebih cepat dengan harga lebih terjangkau.
Richard McDonald pernah mengatakan bahwa seluruh konsep restoran mereka dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni kecepatan pelayanan, harga yang rendah, dan volume penjualan yang tinggi.
Ray Kroc Bawa McDonald's Mendunia
Perkembangan terbesar McDonald's terjadi setelah pengusaha waralaba Ray Kroc bergabung sebagai agen waralaba pada 1955. Kroc melihat potensi besar dari sistem yang dikembangkan McDonald bersaudara dan mulai memperluas jaringan restoran melalui sistem waralaba.
Hubungan antara Kroc dan pendiri McDonald's sempat diwarnai perselisihan mengenai pengelolaan perusahaan. Pada 1961, Kroc membeli seluruh kepemilikan Richard dan Maurice McDonald senilai 2,7 juta dollar AS, yang saat itu merupakan nilai transaksi yang sangat besar.
Sejak saat itu, McDonald's berkembang pesat ke berbagai negara dan menjadi salah satu simbol globalisasi serta penyebaran budaya populer Amerika Serikat.
Sumber Pendapatan Tidak Hanya dari Penjualan Makanan
Selain memperoleh pendapatan dari penjualan makanan dan minuman, McDonald's juga memiliki model bisnis berbasis properti. Perusahaan diketahui memiliki sekitar 70 persen bangunan restoran dan sekitar 45 persen lahan tempat restoran berdiri. Properti tersebut kemudian disewakan kepada para pemegang waralaba, sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan utama perusahaan.
Pada 2018, McDonald's tercatat sebagai pemberi kerja swasta terbesar kedua di dunia dengan sekitar 1,7 juta pekerja, sebagian besar bekerja di restoran waralaba. Beberapa produk paling populer McDonald's antara lain kentang goreng, Big Mac, cheeseburger, burger ayam, burger ikan, salad, hingga aneka buah.
Meski menjadi salah satu merek makanan paling dikenal di dunia, McDonald's juga kerap menjadi sorotan publik. Perusahaan ini beberapa kali mendapat kritik terkait kandungan gizi produknya, isu kesejahteraan hewan, serta besaran upah bagi para pekerjanya.
Meski demikian, lebih dari delapan dekade sejak berdiri, McDonald's tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan makanan cepat saji paling berpengaruh di dunia dan menjadi ikon industri restoran global.