YOGYAKARTA - (ERAKINI) - Peluang ekspor komoditas rempah-rempah Indonesia masih menjanjikan karena pasar herbal dan rempah-rempah kering dunia diprediksi terus meningkat di masa depan, menurut Pakar Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Djagal Wiseso Marseno.
Rempah-rempah, menurutnya, masih menjadi komoditas andalan yang diekspor Indonesia yang terbukti dengan tingginya perdagangan lada, cengkeh, pala, hingga kayu manis ke negara-negara Eropa.
Djagal mengungkapkan bahwa, kekayaan komoditas rempah juga berpotensi mendukung ketahanan pangan Indonesia lebih kuat dibanding negara lain. Sejak berabad-abad lalu, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang melimpah termasuk keragaman budaya dan rempah-rempah menjadi daya tarik tersendiri di mata dunia.
Oleh karenanya, menurutnya potensi tersebut perlu dikembangkan agar mampu menjadi nilai jual sekaligus fondasi ketahanan pangan nasional.
Ia menyebut bahwa berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Negara ASEAN, Indonesia masih menduduki peringkat empat di bawah Vietnam. Padahal, dengan kondisi geografis Indonesia yang menguntungkan seharusnya mampu mendongkrak ketahanan pangan nasional.
"Itu menurut indeks global. Rempah-rempah ini tumbuh dengan mudah di negara tropis, perawatan dan ketahanannya juga mudah. Mudah diusahakan dengan skala kecil dan skala besar," kata Djagal.
Sementara itu, Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof Supriyadi menambahkan selain rempah-rempah,"stinky beans" atau kacang-kacangan dengan bau menyengat seperti petai dan jengkol juga memiliki potensi ekspor tinggi.
Tanaman petai dan jengkol, kata dia, tumbuh subur di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dan umumnya pada lahan yang dimiliki warga secara mikro dan menyebar, tidak dalam satu lahan yang besar.
"Proses produksi dan distribusi perdagangan petai ini masih kurang baik. Pengangkutan dilakukan besar-besaran, ditumpuk, untuk menghemat biaya. Padahal, kalau diperhatikan petai setelah dipanen masih melakukan respirasi, dan ini berpengaruh terhadap kualitas petai tersebut," katanya.