Paviliun Indonesia sukses mencatatkan potensi transaksi Rp273,12 miliar selama tiga hari pameran gim terbesar dunia, Gamescom 2025, yang berlangsung di Koelnmesse GmbH, Koln, Jerman. Foto: Dok Kemendag
JAKARTA, (ERAKINI) – Paviliun Indonesia sukses mencatatkan potensi transaksi hingga USD17,07 juta atau setara Rp273,12 miliar selama tiga hari pameran gim terbesar dunia, Gamescom 2025, yang berlangsung di Koelnmesse GmbH, Koln, Jerman.
Potensi transaksi tersebut berasal dari subsektor jasa pengembangan gim serta kekayaan intelektual (intellectual property/IP). Angka ini merupakan hasil rekapitulasi per Senin (25/8), dan masih bisa bertambah seiring pemutakhiran pencatatan serta tindak lanjut pascapameran.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, hasil partisipasi Indonesia di Gamescom 2025 membuktikan bahwa industri gim tanah air mampu bersaing di tingkat global.
“Apabila capaian ini terealisasi, kami perkirakan akan memberikan dampak sebesar 40 persen terhadap pendapatan industri gim lokal yang tahun 2024 lalu mencapai Rp700 miliar,” ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (26/8/2025).
Partisipasi Indonesia di Gamescom 2025 merupakan kolaborasi antara Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan di Berlin dan ITPC Hamburg, bersama Kementerian Ekonomi Kreatif; Kementerian Komunikasi dan Digital; Kedutaan Besar RI di Berlin; Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta; serta Asosiasi Game Indonesia (AGI).**
Budi menegaskan, langkah ini adalah upaya pemerintah memperluas akses pasar bagi sektor jasa pengembangan gim dan kekayaan intelektual, sekaligus mendukung percepatan industri gim nasional yang sudah diatur dalam Perpres Nomor 19 Tahun 2024.
“Komitmen pemerintah adalah menciptakan ekosistem gim nasional yang inovatif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia,” jelasnya.
Paviliun Indonesia menempati area seluas 60 meter persegi dan menghadirkan 10 pelaku industri gim dalam negeri, yakni Agate, Busy Beaver Studio, Digital Happiness, Gambir Studio, Lapakgaming, Kumagema, Rizero Studios, Separuh Interactive, SLAB, dan GU-Studio.
Studio-studio tersebut menampilkan layanan pengembangan gim sekaligus menawarkan IP asli Indonesia. Selama tiga hari pameran (20–22 Agustus 2025), lebih dari 500 perusahaan, pemilik proyek, dan penerbit gim mengunjungi Paviliun Indonesia. Para calon mitra tidak hanya datang dari Jerman, tetapi juga dari Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Belanda, Tiongkok, hingga Inggris.
Faizal Haristz dari Rizero Studios menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah yang membuka jalan bagi pengembang lokal. “Bertemu langsung dengan calon penerbit sangat menantang karena mereka punya ekspektasi tinggi. Tapi pengalaman ini sangat berharga dan semoga membuka peluang baru,” ungkapnya.
Sementara itu, Creative Director Busy Beaver Studio, Yohanes Victor Sugianto, mengaku sempat tegang, namun senang melihat penerimaan positif pasar internasional. “Lama-lama jadi menyenangkan karena mereka ramah dan memberi masukan yang jujur. Itu membantu kami mengembangkan gim lebih baik,” ucapnya.
Selain pameran utama, peserta Indonesia juga mengikuti rangkaian acara Entertainment Arena (panggung hiburan, cosplay, demo gim interaktif) dan Event Arena (kompetisi e-sports internasional) pada 23–24 Agustus 2025. Acara ini memberi manfaat besar karena memungkinkan pengembang Indonesia mengamati tren global, menjalin koneksi, hingga mendapatkan inspirasi baru.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan partisipasi dalam ajang seperti Gamescom 2025 bertujuan mempromosikan produk dan kreativitas anak bangsa sekaligus memperkuat serta memperluas jejaring kemitraan dengan pelaku industri gim global.
Kolaborasi antara Indonesia dan negara mitra sangat penting untuk mengembangkan ekosistem gim yang berdaya saing global. “Bentuknya dapat berupa fasilitasi joint ventures antara pengembang di negara mitra dan studio Indonesia untuk menghasilkan konten serta memperluas akses pasar; capacity building untuk meningkatkan kompetensi SDM, desainer, dan wirausaha gim; serta pemanfaatan perjanjian perdagangan,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, mengatakan capaian Indonesia dalam Gamescom 2025 menunjukkan besarnya minat dan kepercayaan mitra internasional terhadap pelaku industri gim Indonesia. Keberhasilan ini membuktikan kualitas dan kreativitas pelaku industri gim Indonesia dalam memenuhi standar global.
“Atas capaian ini, kita melihat bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dalam industri gim global. Minat yang tinggi dari pemilik proyek gim maupun penerbit internasional menegaskan bahwa talenta kreatif Indonesia semakin diakui dan dipercaya untuk menggarap berbagai proyek gim,” ujar Ari.
Gamescom merupakan pameran tahunan yang dihadiri lebih dari 300.000 pengunjung dan ribuan pelaku industri gim dari seluruh dunia. Secara global, industri gim terus menunjukkan pertumbuhan positif. Data Newzoo mencatat pendapatan pasar gim dunia pada 2024 mencapai sekitar USD182,70 miliar dan diperkirakan terus meningkat hingga lebih dari USD600 miliar pada 2030.
Berdasarkan Euromonitor International, ekspor jasa pengembang gim, animasi, dan layanan konten digital (International Standard Industrial Classification of All Economic Activities/ISIC kode 72 dan 9211) Indonesia mencapai USD1,33 miliar pada 2024. Ada tren peningkatan sebesar 8,54 persen pada periode 2018–2024. Hal ini menunjukkan pesatnya perkembangan subsektor jasa tersebut di Indonesia yang berpotensi menjadikan Indonesia sebagai salah satu penyedia jasa utama bagi dunia.