Harga Minyak Dunia Kembali Meroket, Kondisi Selat Hormuz Makin Rumit
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Harga minyak dunia langsung melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana memblokade Selat Hormuz, Minggu (12/4/2026). Langkah ini menyusul kegagalan perundingan damai kedua negara.
Minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional, melesat lebih dari 8 persen hingga menembus 103 dolar AS per barel. Kenaikan ini sekaligus mengembalikan harga di atas ambang psikologis 100 dolar AS, setelah terakhir kali berada di level tersebut pada awal pekan lalu saat sempat menyentuh 111 dolar AS per barel.
Langkah Trump diumumkan menyusul gagalnya perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sepanjang akhir pekan di Pakistan.
Dilansir Al Jazeera, Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan memblokir seluruh kapal yang masuk dan keluar dari Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Namun, US Central Command kemudian mengklarifikasi bahwa blokade hanya akan berlaku bagi kapal yang menuju atau berasal dari Iran. Lalu lintas kapal dari negara lain disebut tidak akan terganggu, menandakan adanya pelonggaran dari rencana blokade total yang sebelumnya disampaikan Trump. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Senin pukul 10.00 waktu Timur (14.00 GMT).

















