Menggali Kesejatian (2): Memaknai Keheningan
Hamdan Juhannis
Pernahkah Anda mendengar bahwa sebuas-buasnya singa tapi tetap menyayangi anaknya. Bahkan singa salah salah satu jenis binatang yang sangat "family man", maaf salah istilahnya, "family animal".
Konon, Singa adalah salah satu binatang yang paling menyayangi keluarganya. Singa juga sangat "sociable" karena paling suka berkelompok.
Sudahlah, takutnya semakin saya bahas singa Anda akan merespons bahwa sehabat-hebatnya singa, tetap ada dalam sirkus atau tetap bisa dipermainkan oleh manusia.
Maknanya adalah, mencintai itu bagian dari sesungguhnya pada diri setiap ciptaan. Cinta itu milik semua makhluk. Mencintai keluarga, kelompok, mencintai rasul, sampai puncaknya mencintai pencipta merupakan sesuatu yang sudah terpatri dalam diri. Teman saya yang suka memakai istilah sering menggunakan kata "inherent" untuk menjelaskan keberadaan cinta dalam diri.
Karena cinta itu adalah sesuatu yang ada dalam diri, maka cara mewujudkannya cenderung variatif, tergantung karakter diri yang mengekspresikannya. Ada yang berekspresi secara sangat positif, melakukan apa saja pada seseorang yang dicintainya, termasuk mengorbankan apa saja yang dicintainya kepada yang paling dicintainya.


















