Begini Tanda-Tanda saat Tubuh Kekurangan Cairan dan Cara Efektif Mengatasinya!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi terjadi saat tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima. Meski sering kali hanya diawali dengan rasa haus atau tubuh terasa lemas, jika dibiarkan, dehidrasi bisa berdampak serius pada kesehatan.
Melansir Alodokter, sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, dan cairan ini sangat penting untuk menjalankan berbagai fungsi vital seperti menjaga suhu tubuh tetap stabil, mendukung proses metabolisme, serta melumasi sendi dan jaringan.
Sayangnya, tanda-tanda awal dari dehidrasi sering kali tidak disadari, sehingga tak jarang orang menyepelekannya. Lantas, apa saja penyebab dehidrasi? Simak penjelasannya di bawah ini!
Selain karena kurang minum, dehidrasi juga bisa dipicu oleh beberapa faktor lain, seperti: diare atau muntah berkepanjangan, efek samping dari obat-obatan seperti diuretik, konsumsi alkohol secara berlebihan, aktivitas fisik intens di cuaca panas serta berkeringat banyak akibat demam atau olahraga berat.
Berikut ini gejala awal tubuh kekurangan cairan yang sering tidak terlihat!
Dehidrasi biasanya berkembang secara bertahap. Tanda-tanda awalnya bisa tampak ringan, namun jika tidak segera ditangani, gejalanya bisa memburuk. Berikut beberapa tanda tubuh mulai kekurangan cairan:
- Haus terus-menerus,
- Mulut dan bibir terasa kering,
- Urine menjadi pekat dan berwarna gelap,
- Tubuh terasa lelah dan kurang energi,
- Kram otot, terutama saat beraktivitas
Pada tahap yang lebih parah, dehidrasi bisa menyebabkan konsentrasi menurun, tubuh sulit mengalirkan oksigen dan nutrisi secara optimal, pusing atau sakit kepala karena tekanan darah menurun, kulit menjadi kering dan kehilangan elastisitas, detak jantung meningkat karena jantung bekerja lebih keras dan rasa lemas yang ekstrem hingga hampir pingsan.


















